Meski Lakukan Boikot Diplomatik, AS Kirim Sekitar 300 Atlet ke Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Kompas.com - 18/12/2021, 17:23 WIB

SALT LAKE CITY, KOMPAS.com - Meski melakukan boikot diplomatik, AS tetap kirim sekitar 300 atlet ke Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

Perhelatan Olimpiade itu berlangsung pada 4-20 Februari 2022.

Komite Olimpiade dan Paralimpiade AS (USOPC) baru saja menyelesaikan pertemuan di Salt Lake City pada Jumat (17/12/2021).

Pengunjung mengambil foto patung figure skater dengan cincin Olimpiade di sebuah taman dekat markas besar Komite Penyelenggara Olimpiade Beijing (BOCOG) di Beijing, Kamis, 18 November 2021.VOA INDONESIA Pengunjung mengambil foto patung figure skater dengan cincin Olimpiade di sebuah taman dekat markas besar Komite Penyelenggara Olimpiade Beijing (BOCOG) di Beijing, Kamis, 18 November 2021.

"Kami tetap mengirim atlet," kata Ketua Eksekutif USOPC Sarah Hirshland.

Ia memerinci, atlet untuk Olimpiade Beijing itu ada 230 orang.

Baca juga: Korea Selatan Sikapi Boikot Diplomatik Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Sementara, di Paralimpiade Beijing, ada 65 atlet AS berpartisipasi.

Lonjakan kasus Covid-19 di China menimbulkan keraguan terhadap pemerintah China dalam mempertahankan kasus nol Covid menjelang Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.GETTY IMAGES via BBC INDONESIA Lonjakan kasus Covid-19 di China menimbulkan keraguan terhadap pemerintah China dalam mempertahankan kasus nol Covid menjelang Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

Paralimpiade Musim Dingin Beijing 2022 akan berlangsung pada 4-13 Maret 2022.

AS memilih melakukan boikot diplomatik lantaran menilai China tak beranjak pada kondisi memprihatinkan tentang hak asasi manusia (HAM) khususnya di Provinsi XInjiang.

Sejumlah massa menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Tiongkok di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (25/3/2021). Unjuk rasa dilakukan sebagai protes terhadap informasi yang menyebut pemerintah Tiongkok mendiskriminasi Etnis Uighur.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Sejumlah massa menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Tiongkok di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (25/3/2021). Unjuk rasa dilakukan sebagai protes terhadap informasi yang menyebut pemerintah Tiongkok mendiskriminasi Etnis Uighur.

AS menilai, China melakukan pelanggaran HAM kepada warga minoritas Uighur di provinsi itu.

Sarah Hirshland menyebut bahwa sebelum para atlet bertolak ke China, pihaknya akan memberikan pengarahan singkat berkenaan dengan pemahaman HAM di China.

"Tak lupa, kami juga akan memberikan pengarahan mengenai pencegahan meluasnya pandemi Covid-19," ucap Sarah Hirshland.

Ilustrasi corona virus (Covid-19)KOMPAS.COM/Shutterstock Ilustrasi corona virus (Covid-19)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.