Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, IOC Hormati Keputusan Amerika Serikat

Kompas.com - 08/12/2021, 17:24 WIB
Pengunjung mengambil foto patung figure skater dengan cincin Olimpiade di sebuah taman dekat markas besar Komite Penyelenggara Olimpiade Beijing (BOCOG) di Beijing, Kamis, 18 November 2021. VOA INDONESIAPengunjung mengambil foto patung figure skater dengan cincin Olimpiade di sebuah taman dekat markas besar Komite Penyelenggara Olimpiade Beijing (BOCOG) di Beijing, Kamis, 18 November 2021.

LAUSANNE, KOMPAS.com - Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengeluarkan informasi terkini pada Selasa (7/12/2021) tentang perhelatan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

"Kami menghormati keputusan Amerika Serikat (AS) melakukan boikot," kata Komisioner Koordinator IOC untuk Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, Juan Antonio Samaranch.

Baca juga: Ada Iklan Boneka Seks di Arena Kualifikasi Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, Masalah?

AS memilih boikot diplomatik lantaran tudingan bahwa China melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Lonjakan kasus Covid-19 di China menimbulkan keraguan terhadap pemerintah China dalam mempertahankan kasus nol Covid menjelang Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.GETTY IMAGES via BBC INDONESIA Lonjakan kasus Covid-19 di China menimbulkan keraguan terhadap pemerintah China dalam mempertahankan kasus nol Covid menjelang Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

Pernyataan boikot pada Senin (6/12/2021) dilakukan Gedung Putih.

Kendati demikian, AS tetap mengirimkan atletnya untuk perhelatan pada 4-20 Februari 2022 tersebut.

Selain AS, Australia juga memilih kebijakan boikot tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, saat berbicara dalam konferensi pers harian di kantor Kementerian Luar Negeri, Beijing, Senin (24/2/2020).AP PHOTO/ANDY WONG Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, saat berbicara dalam konferensi pers harian di kantor Kementerian Luar Negeri, Beijing, Senin (24/2/2020).

Boikot AS, salah satunya, didasari oleh pertemuan virtual Presiden Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping bulan lalu.

Salah satu pertimbangan AS adalah tuduhan pelanggaran HAM China kepada etnis minoritas Uighur.

Para demonstran di Hong Kong membawa bendera Turkistan timur dalam aksi untuk membela HAM warga etnis Uighur di Xinjiang, China.REUTERS via VOA INDONESIA Para demonstran di Hong Kong membawa bendera Turkistan timur dalam aksi untuk membela HAM warga etnis Uighur di Xinjiang, China.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.