Kompas.com - 01/12/2021, 17:28 WIB
Ilustrasi paralimpik ShutterstockIlustrasi paralimpik

PARIS, KOMPAS.com - Penyelenggara Paralimpiade Paris 2024 menyebut akan menyaingi pelaksanaan Paralimpiade London 2012.

"Kami berupaya untuk bisa menjual tiket hingga 3 juta," kata pernyataan penyelenggara Paralimpiade Paris 2024, Tony Estanguet, Rabu (1/12/2012).

Perlombaan renang pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua 2021.Doc. NPC Indonesia Perlombaan renang pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua 2021.

Paralimpiade Paris 2024 akan berlangsung pada 28 Agustus 2024 hingga 8 September 2024.

Pada Paralimpiade London 2012, tercatat hasil penjualan mencapai 2,7 juta tiket.

Baca juga: Kemensos Akan Gelar Indonesia Open untuk Atlet Paralimpiade

Sementara itu, Tony yang juga menangani penjualan tiket Olimpiade Paris 2024 mengatakan bahwa pihaknya akan menjual 9 juta tiket.

This file photo taken on March 31, 2021 shows people walking past a tent where patients undergo an antigenic coronavirus test, at the Opera square in Paris amid the spread of the COVID-19  pandemic. - As of October 15, Covid-19 tests will no longer be repay except on medical grounds or for those who have been vaccinated. (Photo by Thomas COEX / AFP)AFP/THOMAS COEX This file photo taken on March 31, 2021 shows people walking past a tent where patients undergo an antigenic coronavirus test, at the Opera square in Paris amid the spread of the COVID-19 pandemic. - As of October 15, Covid-19 tests will no longer be repay except on medical grounds or for those who have been vaccinated. (Photo by Thomas COEX / AFP)

Periode penjualan tiket Olimpiade Paris 2024 adalah pada 6 Juli hingga 11 Agustus 2024.

Kampanye Paralimpiade Paris 2024 sudah berjalan sejak 2020.

Kala itu, 200 atlet Paralimpiade dan Olimpiade mendatangi lebih dari 3.000 sekolah di Perancis.

Solikatun , atlit belia paralimpik dari Magetan yang berhasil menyumbangkan emas pada kegiatan Asian Youth Paragame di Dubai tahun 2017 bercita cita menjadi pelatih atlit disabilitas agar mendapat fasilitas.KOMPAS.COM/SUKOCO Solikatun , atlit belia paralimpik dari Magetan yang berhasil menyumbangkan emas pada kegiatan Asian Youth Paragame di Dubai tahun 2017 bercita cita menjadi pelatih atlit disabilitas agar mendapat fasilitas.

Para atlet berbagi pengalaman dengan lebih dari 500.000 siswa.

Meski disabilitas masih menjadi hal yang sedikit tabu di Perancis, Tony Estanguet mengisahkan pengalaman atlet Theo Curin.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.