Kompas.com - 01/12/2021, 13:20 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, dalam sosialisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di Hotel Pullman, Kota Bandung, Selasa (16/11/2021). KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHAMenteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, dalam sosialisasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di Hotel Pullman, Kota Bandung, Selasa (16/11/2021).
|

KOMPAS.COM - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI terus melakukan sosialisasi program unggulan mereka, Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang baru saja mendapat payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021.

Agar komponen-komponen yang terkandung dalam DBON bisa dipahami oleh masyarakat, sosialisasi secara berkesinambungan harus dilakukan, tentu dengan dukungan maksimal dari media.

Baca juga: Menpora Zainudin Amali Tinjau Penerapan Prokes di Indonesia Badminton Festival 

“Teman-teman jurnalis ini istimewa, karena kalau saya sosialisasikan DBON pada teman-teman jurnalis, maka akan segera tersosialisasikan secara masif kepada masyarakat,” kata Menpora Zainudin Amali di acara Webinar Nasional Hybird DBON 2021, di Grand Inna Sanur, Bali, Rabu (1/12/2021). 

Sebelum lahirnya Perpres No.86 tahun 2021, menurut Menpora, sosialisasi dengan kalangan media sudah dilakukan.

“Sebelum lahirnya Perpres 2021, kami sudah sosialisasikan pada teman-teman jurnalis. Karena saya menganggap, komunikasi dengan PWI, Siwo PWI, dan teman-teman jurnalis sangat penting. Sebab, teman-temanlah yang bisa menyosialisasikan program ini secara cepat kepada masyarakat,” lanjut Menpora.

Dengan tersosialisasinya DBON kepada masyarakat melalui media, masyarakat diharapkan bisa lebih memahami pentingnya budaya olahraga dalam kehidupan sehari-hari.

DBON tak hanya menjadi pedoman bagi cabang olahraga prestasi, tapi juga menjadi pedoman bagi olahraga kemasyarakatan.  

“Meningkatkan budaya olahraga di tengah-tengah masyarakat adalah hulunya, sedangkan prestasi adalah hilirnya. Kalau masyarakat bugar, maka akan mudah mencari talenta-talenta di berbagai daerah. Kita ingin menciptakan sumber daya manusia yang tangguh, unggul, dan kompetitif. Semua itu diawali dari masyarakat yang bugar,” jelas Menpora. 

Menurut Menpora, salah satu cara untuk mengukur tingkat kebugaran seseorang adalah dengan menghitung langkah per hari seseorang.

“Rata-rata orang Indonesia hanya melakukan 3.500 langkah per hari. Padahal untuk bugar, harus 7.000 langkah per hari. Untuk itu, kita terus dorong agar budaya olahraga masyarakat terus meningkat,” ucapnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.