Pekan Paralimpiade Nasional XVI Papua, Ada Tambahan Kata di Nama Cabor

Kompas.com - 03/11/2021, 23:34 WIB
Mantan anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) sekaligus atlet tenis paralimpik internasional Puji Sumartono saat berlatih untuk persiapan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua 2021. DOK. Puji SumartonoMantan anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) sekaligus atlet tenis paralimpik internasional Puji Sumartono saat berlatih untuk persiapan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua 2021.

JAYAPURA, KOMPAS.com - Pada beberapa cabang olahraga di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI Papua, ada kata tambahan di belakang nama cabang olahraga sesuai spesifikasi peserta.

Misalnya, judo tunanetra, sepak bola cerebral palsy, tenis lapangan kursi roda, dan bulu tangkis kursi roda.

Atlet Boccia Indonesia sedang melakukan uji coba di YPAC Solo, 6 September 2018. KOMPAS.com/JALU WISNU WIRAJATI Atlet Boccia Indonesia sedang melakukan uji coba di YPAC Solo, 6 September 2018.

Baca juga: Peparnas (Masih) Jalan Sepi dan Nyanyi Sunyi

Sejak awal, perhelatan Peparnas XVI Papua sudah mempertontonkan perbedaan "kasta".

Perbedaan "kasta" atau kelas itu ada dua.

Kelas elite dan kelas nasional.

Atlet paratenis meja Indonesia, Adyos Astan, melakoni laga kedua penyisihan grup Paralimpiade Tokyo 2020.NPC Indonesia Atlet paratenis meja Indonesia, Adyos Astan, melakoni laga kedua penyisihan grup Paralimpiade Tokyo 2020.

"Tujuan perbedaan kelas itu agar terjadi pemerataan prestasi bagi atlet," kata pernyataan resmi panitia penyelenggara Peparnas XVI Papua, Rabu (3/11/2021).

Penerapan kelas elite dan nasional berlaku pada sejumlah cabang olahraga yakni bulu tangkis, catur, judo, menembak, dan renang.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melepas kontingen paralimpik untuk berlaga di ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI Papua.KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALI Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melepas kontingen paralimpik untuk berlaga di ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI Papua.

Kelas elite memiliki persyaratan khusus bagi atlet nasional yang pernah terjun di perhelatan laga internasional.

"Atlet dengan kategori itu hanya boleh bertanding pada satu nomor saja di cabang olahraga," tutur pernyataan penyelenggara.

Sementara, aturan kelas nasional berlaku bagi atlet daerah dan nasional yang belum pernah ikut dalam pertandingan internasional.

Solikatun , atlit belia paralimpik dari Magetan yang berhasil menyumbangkan emas pada kegiatan Asian Youth Paragame di Dubai tahun 2017 bercita cita menjadi pelatih atlit disabilitas agar mendapat fasilitas.KOMPAS.COM/SUKOCO Solikatun , atlit belia paralimpik dari Magetan yang berhasil menyumbangkan emas pada kegiatan Asian Youth Paragame di Dubai tahun 2017 bercita cita menjadi pelatih atlit disabilitas agar mendapat fasilitas.

Sementara itu, pada Peparnas XVI Papua, Komite Nasional Paralimpiade Indonesia (NPC Indonesia) juga mengeluarkan ketentuan khusus penyebutan cabang olahraga.

"Penyebutan nama cabang olahraga di Peparnas XVI Papua tanpa menambahkan kata 'para' di depan kata nama cabang olahraga," kata penyelenggara.

Peparnas XVI Papua mengikutsertakan atlet penyandang disabilitas dari 34 provinsi di Indonesia.

Pada Peparnas XVI, ada 12 cabang olahraga pertandingan.

Altet paralimpik Sumbar mendatangi Dispora Sumbar untuk menyampaikan keluhannya jelang Peparnas 2021. Nasib mereka merana lantaran sulit membiayai diri sendiri di masa pemusatan latihan di Tanah datar Sumbar, gara-gara dana hibah belum cair. KOMPAS.COM/PERDANA PUTRA Altet paralimpik Sumbar mendatangi Dispora Sumbar untuk menyampaikan keluhannya jelang Peparnas 2021. Nasib mereka merana lantaran sulit membiayai diri sendiri di masa pemusatan latihan di Tanah datar Sumbar, gara-gara dana hibah belum cair.

Dari jumlah cabang-cabang olahraga itu, ada 602 nomor pertandingan.

Peparnas XVI Papua berlangsung pada 2-15 November 2021.

Pesertanya berjumlah 1.985 atlet paralimpiade dari 34 provinsi.

Sudah barang tentu, cabang-cabang olahraga pertandingan adalah cabang yang sesuai dengan kondisi fisik para atlet penyandang disabilitas.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat hadir dalam Pengukuhan dan Pelepasan Kontingen Peparnas XVI 2021 Papua di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (27/10/2021).Humas Pemprov Jabar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat hadir dalam Pengukuhan dan Pelepasan Kontingen Peparnas XVI 2021 Papua di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (27/10/2021).

12 cabang olahraga yang dipertandingkan adalah angkat berat, atletik, boccia, bulu tangkis, catur, judo, menembak, panahan, renang, sepak bola cerebral palsy (CP), tenis lapangan kursi roda, dan tenis meja.

NPC Indonesia menetapkan persyaratan ketat bagi para atlet peserta Peparnas XVI Papua agar para atlet masuk dalam kategori atlet penyandang disabilitas dan layak mengikuti pertandingan.

Para atlet, misalnya, wajib melengkapi diri dengan bukti-bukti pendukung berupa laporan pemeriksaan medis dari rumah sakit dan dokter bersangkutan mengenai kondisi fisik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.