Profil Samir Nasri, Pemain Berbakat yang Kariernya Hancur karena Skandal

Kompas.com - 14/10/2021, 21:20 WIB
Gelandang Manchester City, Samir Nasri, seusai mencetak gol ke gawang AS Roma pada matchday keenam Grup E Liga Champions di Olimpico, Rabu (10/12/2014). AFPGelandang Manchester City, Samir Nasri, seusai mencetak gol ke gawang AS Roma pada matchday keenam Grup E Liga Champions di Olimpico, Rabu (10/12/2014).

KOMPAS.com - Samir Nasri diakui sebagai pemain berbakat. Bersinar pada awal kemunculannya, karier pesepak bola asal Perancis itu justru berakhir tragis karena skandal.

Samir Nasri menjadi sorotan gara-gara penampilannya saat ikut bermain pada laga amal antara Marseille Legends dan Tim UNICEF yang digelar di Stadion Orange Velodrome, Rabu (13/10/2021) malam waktu setempat.

Pada pertandingan tersebut, tampak kini tubuh Nasri lebih berisi dengan perut buncitnya.

Padahal, eks pemain Arsenal dan Manchester City itu belum genap dua bulan mengumumkan gantung sepatu.

Nasri resmi pensiun dari sepak bola profesional pada akhir September tahun ini.

Klub terakhir yang dibela Samir Nasri adalah kontestan Liga Belgia, Anderlecht. Setelah vakum dari sepak bola sejak 2020, ia akhirnya pensiun pada September 2021.

Gelandang potensial, karier hancur usai diguncang skandal

Samir Nasri memulai karier sepak bola profesionalnya bersama salah satu klub top Liga Perancis, Olympique Marseille.

Gelandang serang kelahiran Septemes-les-Vallons itu bergabung dengan tim muda Marseille pada 1997. Kemudian pada 2004, ia sukses menembus skuad utama Les Phoceens.

Baca juga: Kisah Kehancuran Karier Adriano, Sang Kaisar Pemilik Kaki Kiri Maut

Pelatih pertama Nasri di Marseille, Albert Emon, mengakui bahwa anak asuhnya itu adalah pemain berbakat.

Bahkan, bakat besar yang ada dalam diri Nasri membuatnya dibanding-bandingkan dengan legenda timnas Perancis, Zinedine Zidane.

"Saya sangat menyukai Nasri. Pada awalnya, dia adalah anak yang sangat berbakat, tetapi (akhirnya) sangat menyakitkan," kata Emon, seperti dikutip dari laman resmi Marseille pada 2019 lalu, saat karier Nasri mulai meredup.

Setelah berseragam Marseille selama empat musim, Samir Nasri kemudian pindah ke Inggris usai Arsenal menebusnya dengan harga 12 juta paun pada musim panas 2008.

Bersama Arsenal, Nasri mulai menunjukkan sinarnya. Ia tampil pada 125 laga kompetitif dan mencetak 27 gol.

Performa apik Nasri di Arsenal pun membuat Manchester City tertarik untuk memboyongnya. Pada awal musim 2011-2012, Nasri merapat ke Stadion Etihad dengan mahar 25 juta euro.

Samir Nasri membela Manchester City dari 2011 hingga 2016 dan ikut merasakan dua gelar Premier League, satu Piala Liga Inggris, dan satu Community Shield.

Namun, setelah dua kali turut membawa Man City menjuarai Liga Inggris, Nasri tak benar-benar bisa mencapai potensi terbaiknya.

Baca juga: Kisah Ironis Kleberson, Rekan Seangkatan Ronaldo di MU yang Gagal Bersinar

Eks manajer Man City, Roberto Mancini, suatu ketika pernah mengungkapkan bahwa Nasri memang memiliki masalah dalam hal konsistensi permainan.

"Saya ingin memukulnya (Nasri). Karena pemain seperti dia harus bermain seperti ini selalu, di setiap pertandingan," kata Mancini saat Nasri menjadi Man of The Match laga kontra Newcastle United pada musim 2012-2013, seperti dikutip Goal.

"Mungkin satu permainan dia tidak bisa bermain secara baik, tapi (seharusnya) hanya sekali itu saja," tutur juru taktik asal Italia tersebut.

Nasri mulai kehilangan tempatnya di Manchester City pada musim 2015-2016, setahun sebelum kedatangan Pep Guardiola.

Pada musim berikutnya, ia dipinjamkan ke Sevilla. Dari sini, karier Nasri mulai rusak karena skandal yang menerpanya.

Pada Desember 2016, Nasri diketahui mengunjungi klinik Drip Doctors di Los Angeles, Amerika Serikat.

Di klinik tersebut, Nasri didakwa mendapatkan suntikan air steril dengan kandungan komponen mikronutrien melebihi batas yakni sebanyak 500 ml. Sementara, Badan Antidoping Dunia (WADA) hanya membatasi sampai 50 ml per enam jam bagi atlet aktif.

Melansir artikel FOX Sports pada 2017, seorang wanita bernama Jamila Sozahdah yang merupakan pendiri dan CEO Drip Doctors menyatakan bahwa kliniknya menyediakan Imunitas IV Drip kepada Nasri agar sang pemain tetap terhidrasi dan kondisinya selalu prima selama semusim.

Baca juga: Mauro Camoranesi, Pembelot Argentina yang Melegenda di Italia

Setelah itu, hal-hal kontroversial pun mulai menimpa Nasri. Melalui akun Twitter pribadinya, Nasri mengatakan bahwa ia terlibat hubungan seksual dengan Sozahdah.

Cuitan itu kemudian dihapus dan Nasri membantahnya dengan dalih akun Twitter-nya diretas.

Meski begitu, skandal antara dirinya dan Drip Doctors seperti menjadi awal dari kehancuran karier Samir Nasri.

Pada Februari 2018, WADA menjatuhkan hukuman selama enam bulan kepada Nasri karena ia didakwa telah melanggar aturan antidoping.

Pengawas Etika dan Disiplin UEFA lantas mengajukan banding lantaran menilai bahwa skors untuk Nasri itu masih terlalu ringan. Banding diterima dan UEFA pun menambah durasi hukuman Nasri menjadi 18 bulan.

Dalam sesi tanya jawab melalui Instagram Live pada 2020 lalu, seperti dilaporkan The Sun, Samir Nasri mengakui bahwa skandal Drip Doctors itu telah menghancurkan kariernya.

"Apa yang terjadi di Los Angeles telah menghancurkan musim saya," ungkap Nasri.

"Itu adalah suntikan vitamin yang legal dan saya punya resepnya. Saya hancur karena saya pikir saya akan dilarang (bermain sepak bola) selama dua tahun."

"Saya tidak ingin bermain lagi setelah itu. Saya bahkan mengatakan kepada Jorge Sampaoli (pelatih Sevilla saat itu) agar meninggalkan saya, tetapi dia selalu ingin saya bermain."

"Saya tersesat. Saya cemas dan marah dengan segalanya. Saya tidak menunjukkannya di lapangan, tetapi sepak bola sudah berakhir bagi saya," tutur Nasri.

Selepas dari Sevilla, Samir Nasri mencoba peruntungan di Liga Turki bersama Antalyaspor, tetapi hanya bertahan enam bulan.

Dengan hukuman yang menimpa dirinya, Nasri kembali ke Inggris untuk berlatih bersama West Ham. Kubu The Hammers lalu mengikatnya dengan kontrak jangka pendek hingga akhir musim 2018-2019.

Pada Juli 2019, Samir Nasri sepakat bergabung dengan Anderlecht dengan status bebas transfer. Namun, pada 2020, pihak klub melepasnya. Sempat vakum dari sepak bola, Nasri akhirnya pensiun pada September 2021 di usia 34 tahun.

Gelandang  Sevilla, Samir Nasri (atas), merayakan gol yang dicetak rekannya, Steven N'Zonzi, untuk Sevilla ke gawang Atletico Madrid dalam partai La Liga di Ramon Sanchez Pizjuan, 23 Oktober 2016.CRISTINA QUICLER/AFP Gelandang Sevilla, Samir Nasri (atas), merayakan gol yang dicetak rekannya, Steven N'Zonzi, untuk Sevilla ke gawang Atletico Madrid dalam partai La Liga di Ramon Sanchez Pizjuan, 23 Oktober 2016.

Biodata Samir Nasri

Nama lengkap: Samir Nasri
Tempat, tanggal lahir: Septemes-les-Vallons, 26 Juni 1987
Kewarganegaraan: Perancis
Tinggi badan: 175 cm
Posisi: Gelandang serang
Kaki terkuat: Kanan
Karier klub:

  • 2004-2008 - Marseille
  • 2008-2011 - Arsenal
  • 2011-2017 - Manchester City
  • 2016-2017 - Sevilla (pinjaman)
  • 2017-2018 - Antalyaspor
  • 2019 - West Ham United
  • 2019-2020 - Anderlecht

Karier timnas:

  • 2007-2013 - Perancis (41 caps/5 gol)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.