Indonesian Insight Kompas
Arsip Kompas Bercerita

Arsip Kompas bercerita. Masa lalu dan masa kini tak pernah benar-benar terputus. Ikhtiar Kompas.com untuk menyongsong masa depan berbekal catatan hingga hari ini, termasuk dari kekayaan Arsip Kompas.

Jejak Indonesia di Sejarah Badminton Olimpiade dari Masa ke Masa

Kompas.com - 02/08/2021, 06:37 WIB
A shuttlecock flies in front of the Olympic rings logo during the women's singles badminton round of 16 match between Japan's Akane Yamaguchi and South Korea's Kim Ga-eun during the Tokyo 2020 Olympic Games at the Musashino Forest Sports Plaza in Tokyo on July 29, 2021. (Photo by Pedro PARDO / AFP) AFP/PEDRO PARDOA shuttlecock flies in front of the Olympic rings logo during the women's singles badminton round of 16 match between Japan's Akane Yamaguchi and South Korea's Kim Ga-eun during the Tokyo 2020 Olympic Games at the Musashino Forest Sports Plaza in Tokyo on July 29, 2021. (Photo by Pedro PARDO / AFP)

Update 2 Agustus 2021 pukul 21.00 WIB:

Bulutangkis menambah satu medali perunggu bagi Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020 melalui Anthony Ginting, Senin (2/8/2021) petang.

Baca juga: Hasil Olimpiade Tokyo, Anthony Ginting Rebut Perunggu Usai Bekuk Kevin Cordon

Anthony Ginting dan medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Senin (3/8/2021). AFP/ALEXANDER NEMENOV Anthony Ginting dan medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Senin (3/8/2021).

Hasil yang didapat Ginting ini sekaligus mengakhiri puasa gelar tunggal putra di olimpiade.

Baca juga: Jejak Indonesia di Sejarah Badminton Olimpiade dari Masa ke Masa

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan capaian ini, Indonesia telah mengumpulkan lima medali dari Olimpiade Tokyo 2020, yaitu tiga medali dari angkat besi dan dua medali dari bulutangkis.

Update 2 Agustus 2021 pk 13.00 WIB:

BADMINTON mempersembahkan satu medali emas lewat pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu.

Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii (kiri) dan Apriyani Rahayu mempersembahkan medali emas Olimpiade Tokyo 2020, Senin (3/8/2021). Selain menjadi sejarah untuk nomor ganda putri, Greysia dan Apriyani menambah akumulasi perolehan medali Indonesia menjadi empat.AFP/ALEXANDER NEMENOV Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii (kiri) dan Apriyani Rahayu mempersembahkan medali emas Olimpiade Tokyo 2020, Senin (3/8/2021). Selain menjadi sejarah untuk nomor ganda putri, Greysia dan Apriyani menambah akumulasi perolehan medali Indonesia menjadi empat.

Selain melanjutkan tradisi emas olimpiade, kemenangan ini juga adalah sejarah bagi nomor ganda putri Indonesia.

Dengan capaian ini, Indonesia telah mengumpulkan empat medali hingga Senin (2/8/2021).

 

==

BADMINTON alias bulutangkis resmi menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di olimpiade barulah sejak Olimpiade Barcelona 1992.

Sebelum itu, badminton hanya jadi cabang yang didemonstrasikan (demonstration sport) pada Olimpiade Munich 1972 dan cabang eksibisi (exhibition sport) pada Olimpiade Seoul 1988.

Ketika telah resmi menjadi cabang olahraga di Olimpiade Barcelona 1992, nomor yang dipertandingkan adalah tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, dan ganda putri.

Nomor ganda campuran baru menjadi nomor yang dipertandingkan sejak Olimpiade Atlanta 1996.

Baca juga: Medali-medali Indonesia di Olimpiade dari Masa ke Masa

Yang menarik, dalam semua cerita tentang badminton alias bulutangkis di olimpiade itu selalu ada Indonesia.

Atlet badminton Indonesia adalah bagian dari sejarah bulu tangkis di Olimpiade dalam naik turunnya tersebut, dari masa ke masa.

Perkecualian terjadi hanya untuk Olimpiade London 2012. Hanya di sini, badminton gagal total membawa pula satu pun medali dari olimpiade.

Ini catatan sumbangsih badminton bagi kontingen olimpiade Indonesia dari masa ke masa.

Periode 1972-1988

Upaya memasukkan badminton sebagai salah satu cabang yang dipertandingkan di olimpiade mulai dilakukan pada kurun 1960-an.

Lebih dari satu dekade, upaya itu berhasil untuk Olimpiade Munich 1972, itu pun sebatas demonstration sport.

Indonesia diundang tampil di nomor badminton Olimpiade Munich 1972, menjadi berita di halaman satu harian Kompas edisi 21 Februari 1972.ARSIP KOMPAS Indonesia diundang tampil di nomor badminton Olimpiade Munich 1972, menjadi berita di halaman satu harian Kompas edisi 21 Februari 1972.

Menggunakan sistem undangan, 25 atlet dari tujuh negara berlaga. Yang menarik, nomor ganda putri gagal dirampungkan karena alasan kehabisan waktu di olimpiade ini.

Nomor yang tuntas dipertandingkan adalah tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, dan ganda campuran.

Nama Indonesia di Olimpiade Munich 1972 melangit karena kemenangan di dua nomor, yaitu tunggal putra dan ganda putra.

Di nomor tunggal putra, Rudy Hartono mengalahkan Svend Pren dari Denmark di laga final. Adapun di nomor ganda putra, pasangan Ade Chandra dan Christian Hadinata menundukkan pasangan Ng Boon Bee dan Punch Gunalan dari Malaysia.

Salah satu berita tentang capaian bulutangkis di Olimpiade Munich 1972, sekalipun hanya disebut sebagai demontration sports, tayang di halaman satu harian Kompas edisi 11 September 1972.ARSIP KOMPAS Salah satu berita tentang capaian bulutangkis di Olimpiade Munich 1972, sekalipun hanya disebut sebagai demontration sports, tayang di halaman satu harian Kompas edisi 11 September 1972.

Meski uji coba di Olimpiade Munich 1972 dinilai sukses besar, kenyataan tak selalu mengikuti harapan. Atas nama pertimbangan geopolitik, badminton gagal tampil lagi di olimpiade.

Barulah pada pertemuan antara Internasional Olympic Committee (IOC) dan International Badminton Federation (IBF)—nama organisasi sebelum berubah nama menjadi Badminton World Federation (BWF)—di Jerman Timur pada 1985, badminton disetujui menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di olimpiade.

Namun, lagi-lagi ada urusan teknis. Olympic Charter berpendapat butuh waktu setidaknya tujuh tahun sejak kesepakatan tersebut untuk mengenalkan terlebih dahulu cabang olahraga baru di olimpiade.

Karenanya, pada Olimpiade Seoul 1988, badminton baru bisa menjadi pertandingan eksibisi.

Nama Indonesia tetap mencuat di Olimpiade Seoul 1988 dari badminton. Kali ini, Icuk Sugiarto mewakili nama Indonesia di babak final badminton, sekalipun harus kalah dari Yang Yang dari China.

Periode 1992-2016

Resmi menjadi cabang olahraga pada Olimpiade Barcelona 1992, Indonesia langsung mencetak sejarah dengan persembahan lima medali. Rinciannya, dua medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.

Medali emas didapat dari nomor tunggal putri dan tunggal putra, medali perak dari tunggal putra dan ganda putra, serta medali perunggu dari tunggal putra.

Alan Budikusuma (kedua kiri) , Ardy B Wiranata (kiri), dan Hermawan Susanto (kanan), mempersembahkan medali emas, perak, dan perunggu dari nomor tunggal putra Olimpiade Barcelona 1992. KOMPAS/KARTONO RYADI Alan Budikusuma (kedua kiri) , Ardy B Wiranata (kiri), dan Hermawan Susanto (kanan), mempersembahkan medali emas, perak, dan perunggu dari nomor tunggal putra Olimpiade Barcelona 1992.

Pada Olimpiade Barcelona 1992, seluruh medali yang didapat Indonesia datang dari badminton.

Melalui Susi Susanti, Indonesia juga adalah peraih medali emas pertama badminton sebagai cabang olahraga resmi di olimpiade.

KOMPAS/KARTONO RIYADI Susi Susanti saat mempersembahkan medali emas bagi Indonesia dalam ajang Olimpiade Barcelona 1992.

Sejak itu hingga Olimpiade Rio de Janeiro 2016, badminton merupakan penyumbang tetap medali bagi kontingen olimpiade Indonesia, kecuali pada Olimpiade London 2012 yang gagal total menyabet satu pun medali.

Pada Olimpiade Atlanta 1996, bulutangkis menyumbang empat medali, yaitu satu medali emas dari nomor ganda putra, medali perak dari tunggal putri, serta medali perunggu dari ganda putra dan tunggal putri.

Pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia Ricky Subagja (kiri) dan Rexy Mainaky, peraih medali emas pada Olimpiade Atlanta 1996.



Terkait berita di Kompas, 01 Agustus 1997, hal 1



Judul Amplop: Ricky A Subagdja (Bulu Tangkis)

KOMPAS/ARBAIN RAMBEY Pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia Ricky Subagja (kiri) dan Rexy Mainaky, peraih medali emas pada Olimpiade Atlanta 1996. Terkait berita di Kompas, 01 Agustus 1997, hal 1 Judul Amplop: Ricky A Subagdja (Bulu Tangkis)

Berikutnya, di Olimpiade Sydney 2000, badminton mempersembahkan tiga medali, yaitu medali emas dari nomor ganda putra serta medali perak dari tunggal putra dan ganda campuran.

Baca juga: Badminton Indonesia, Mau Sampai Kapan Andalkan Ganda Putra?

Pasangan Candra Wijaya (tengah kiri) dan Tony Gunawan of Indonesia, ketika mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di Olimpiade Sydney 2000.AFP/ROBYN BECK Pasangan Candra Wijaya (tengah kiri) dan Tony Gunawan of Indonesia, ketika mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di Olimpiade Sydney 2000.

Adapun pada Olimpiade Athena 2004, badminton mendapatkan tiga medali, yaitu medali emas dari tunggal putra serta medali perunggu dari tunggal putra dan ganda putra.

Taufik Hidayat (tengah) dan Soni Dwi Kuncoro (kanan) mempersembahkan medali emas dan medali perunggu dari nomor tunggal putra Olimpiade Athena 2004. Medali perak didapat Shon Seung-Mo dari Korea Selatan. AFP PHOTO/GOH CHAI HIN Taufik Hidayat (tengah) dan Soni Dwi Kuncoro (kanan) mempersembahkan medali emas dan medali perunggu dari nomor tunggal putra Olimpiade Athena 2004. Medali perak didapat Shon Seung-Mo dari Korea Selatan.

Berlanjut, pada Olimpiade Beijing 2008, badminton menyumbang tiga medali, yaitu emas dari nomor ganda putra, medali perak dari ganda campuran, serta medali perunggu dari tunggal putri.

Ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan (kiri) dan Markis Kido (kanan), ketika meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008.AFP/ GOH CHAI HIN Ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan (kiri) dan Markis Kido (kanan), ketika meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008.

Kegagalan pada Olimpiade 2012 London dibayar pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, dengan perolehan medali emas dari ganda campuran, meski juga hanya itu saja. Medali ini didapat dari nomor ganda campuran.

Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad (kiri) and Indonesia's Liliyana Natsir saat mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. AFP/GOH CHAI HIN Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad (kiri) and Indonesia's Liliyana Natsir saat mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Baca juga: Perhentian Akhir Liliyana Natsir, Terima Kasih Butet...

Olimpiade Tokyo 2020

Olimpiade yang digelar di tengah pandemi ini sejak awal sudah unik, bahkan dari nama ajangnya. Meski menggunakan penulisan tahun 2020, tetapi kompetisi olahraga multicabang ini digelar pada 2021.

Harapan Indonesia mendapatkan medali dari badminton dipastikan terwujud dengan melajunya pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu ke babak final pada Senin (2/8/2021) siang waktu setempat. Menang atau kalah, satu medali sudah pasti didapat.

Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (belakang) melakukan pukulan dalam pertandingan penyisihan grup bulu tangkis ganda putri bersama pasangannya, Greysia Polii (depan), melawan Lee Meng Yean dan Chow Mei Kuan dari Malaysia pada Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 24 Juli 2021.AFP/ALEXANDER NEMENOV Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (belakang) melakukan pukulan dalam pertandingan penyisihan grup bulu tangkis ganda putri bersama pasangannya, Greysia Polii (depan), melawan Lee Meng Yean dan Chow Mei Kuan dari Malaysia pada Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 24 Juli 2021.

Lolosnya pasangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu ke babak final badminton Olimpiade 2020 Tokyo juga adalah sejarah baru bagi Indonesia, yaitu kali pertama ada wakil Indonesia hingga ke pertandingan pemuncak dari nomor ini.

Baca juga: Kisah Greysia Polii di Olimpiade, Pernah Didiskualifikasi hingga Pecah Rekor

Peluang lain juga masih ada, meskipun tidak ada kepastian perolehan medali, yaitu dari nomor tunggal putra yang masih punya wakil untuk berebut medali perunggu, yaitu Anthony Ginting.

Sebelumnya, peluang merebut medali perunggu juga sempat dimiliki oleh pasangan ganda putra Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan. Namun, hasil akhir pada Sabtu (31/7/2021) tak sesuai harapan.

Baca juga: Pencapaian Ganda Putra Indonesia di Olimpiade dari Masa ke Masa

Apakah tradisi emas bulutangkis olimpiade berlanjut? Apakah sejarah baru ganda putri akan terjadi? Seperti apa pula hasil akhir dari peluang lain yang masih ada?

Kita tunggu hasil akhirnya…

 

Update 2 Agustus 2021 pk 13.00 WIB: 

Greysia Polii dan Apriyani Rahayu mempersembahkan emas bagi Indonesia dari nomor ganda putri. Selain melanjutkan tradisi emas, ini juga adalah sejarah bagi nomor ganda putri.

 

Naskah: KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI

Catatan:

Artikel utuh harian Kompas terkait konten tulisan ini dapat diakses publik melalui layanan Kompas Data. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.