Pencopotan Akreditasi Atlet, Kasus Pertama Olimpiade Tokyo 2020

Kompas.com - 01/08/2021, 22:32 WIB
Miraitowa, maskot Olimpiade Tokyo 2020, memegang obor Olimpiade dalam upacara yang menandai satu tahun sebelum dimulainya Olimpiade di Tokyo pada 24 Juli 2019. BEHROUZ MEHRIMiraitowa, maskot Olimpiade Tokyo 2020, memegang obor Olimpiade dalam upacara yang menandai satu tahun sebelum dimulainya Olimpiade di Tokyo pada 24 Juli 2019.

TOKYO, KOMPAS.com - Dua atlet Georgia, Vazha Magvelashvili (27) dan Lasha Shavdatuashvili (29) dicopot akreditasinya lantaran dianggap melanggar protokol kesehatan Olimpiade Tokyo 2020.

Menurut pimpinan penyelenggara, Tokyo 2020, Toshiro Muto, kedua atlet itu pergi meninggalkan perkampungan atlet Tokyo untuk berjalan-jalan.

Baca juga: Insiden Sabtu Malam di Perkampungan Atlet Olimpiade Tokyo 2020

"Padahal, peraturan menyatakan dengan tegas bahwa atlet hanya boleh keluar dari perkampungan atlet untuk bertanding atau berlatih di luar kompleks perkampungan atlet," tegas Toshiro Muto.

Alhasil, pascapencopotan itu, kedua atlet sudah kembali ke negara mereka.

Sejumlah ofisial dari Jepang memberikan dukungan bagi atlet panahannya saat bertanding dalam Olimpiade Tokyo 2020 di Yumenoshima Park Archery Field, Tokyo, Jepang, Senin (26/7/2021). Penyelenggaraan Olimpiade yang diselenggarakan tanpa penonton dari kalangan umum tersebut merupakan keputusan di tengah kondisi darurat Covid-19 yang sedang diberlakukan di Ibu Kota Jepang.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Sejumlah ofisial dari Jepang memberikan dukungan bagi atlet panahannya saat bertanding dalam Olimpiade Tokyo 2020 di Yumenoshima Park Archery Field, Tokyo, Jepang, Senin (26/7/2021). Penyelenggaraan Olimpiade yang diselenggarakan tanpa penonton dari kalangan umum tersebut merupakan keputusan di tengah kondisi darurat Covid-19 yang sedang diberlakukan di Ibu Kota Jepang.

"Ini merupakan kasus pertama Olimpiade Tokyo 2020 atlet mendapat hukuman akibat melanggar aturan anti-infeksi yang ketat," ujar Muto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Toshiro Muto menyebut ada insiden pada Sabtu (31/7/2021) di perkampungan atlet Tokyo.

"Kami menyelidiki atlet atau ofisial yang minum minuman beralkohol di taman perkampungan atlet," kata Toshiro Muto dalam pernyataan resminya.

Peraturan yang berlaku adalah bahwa atlet maupun anggota tim diperkenankan membawa minum minuman beralkohol.

Ilustrasi minuman beralkoholUnsplash/Radovan Ilustrasi minuman beralkohol

"Mereka hanya boleh mengkonsumsi minuman itu di dalam kamar," kata Muto.

"Mereka tidak diperkenankan minum minuman beralkohol di tempat umum dan area perkampungan atlet," tegasnya.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.