Rahmat Erwin Abdullah, Lifter 20 Tahun Asal Makassar dan Asa Baru Indonesia

Kompas.com - 28/07/2021, 15:45 WIB
Lifter putra Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah mengangkat beban pada kelas 73 kilogram putra di Ninoy Aquino Memorial Stadium, Manila, Filipina, Rabu (4/12/2019). Rahmat Erwin Abdullah menyumbang medali emas dan menorehkan total angkatan terbaik seberat 322 kilogram. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGLifter putra Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah mengangkat beban pada kelas 73 kilogram putra di Ninoy Aquino Memorial Stadium, Manila, Filipina, Rabu (4/12/2019). Rahmat Erwin Abdullah menyumbang medali emas dan menorehkan total angkatan terbaik seberat 322 kilogram.

KOMPAS.com - Atlet angkat besi atau lifter muda milik Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, tampil mengejutkan pada babak penyisihan Grup B Angkat Besi Olimpiade Tokyo 2020 kelas 73 kg, Rabu (28/7/2021).

Rahmat Erwin Abdullah menggertak di Grup B dengan total angkatan 342 kg (snatch 152 kg dan clean & jerk 190 kg) dan membuat dirinya memuncaki posisi teratas di grup tersebut.

Sehingga, lifter berusia 20 tahun itu berhak melaju ke babak final bertemu dengan lifter-lifter kawakan dari Grup A.

Tak disangka tak dinyana, total angkatan 342 kg milik Rahmat Erwin Abdullah berhasil menempatkan posisinya ke podium ketika setelah hasil Grup A Angkat Besi kelas 73 kg keluar.

Baca juga: Hasil Angkat Besi Olimpiade, Rahmat Erwin Terbaik di Grup B Kelas 73 Kg

Total angkatannya kalah dari Shi Zhiyong (China) dengan jumlah 634 kg. Kemudian posisi kedua ditempati oleh Julio Ruben Mayora Pernia (Venezuela).

Julio Ruben Mayora Pernia berhasil mengangkat total beban 346 kg.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun posisi ke-4 ditempati oleh lifter asal Albania, Briken Calja. Dia terpaut 1 kg dari Rahmat Erwin alias 341 kg.

Medali perunggu Rahmat Erwin menjadi yang ketiga untuk Indonesia dari cabor angkat besi di ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Sebelumnya, medali pertama Olimpiade Tokyo 2020 milik Indonesia disumbangkan oleh Windy Cantika Aisyah dari cabor angkat besi kelas 49 kg. Dia menyumbangkan medali perunggu dalam debutnya di olimpiade.

Kemudian medali kedua juga dari cabor angkat besi, tepatnya medali perak dari Eko Yuli Irawan (61 kg).

Baca juga: Lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah Puas dengan Pencapaiannya

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.