Kompas.com - 24/07/2021, 17:20 WIB
Penyerang Meksiko Alexis Vega berselebrasi usai mencetak gol pembuka pada laga perdana Grup A sepak bola putra Olimpiade Tokyo 2020 antara Meksiko vs Perancis di Tokyo Stadium pada 22 Juli 2021. AFP/FRANCK FIFEPenyerang Meksiko Alexis Vega berselebrasi usai mencetak gol pembuka pada laga perdana Grup A sepak bola putra Olimpiade Tokyo 2020 antara Meksiko vs Perancis di Tokyo Stadium pada 22 Juli 2021.

KOMPAS.com - Perancis teriris, Argentina merana, Jerman sedu sedan, hingga Spanyol gagal bobol. Penggunaan rima pada kalimat pertama memang terlihat memaksa. Tapi, begitulah kenyataannya.

Perancis kalah 1-4 dari Meksiko, Argentina kandas di hadapan Australia dengan skor 0-2, Jerman takluk dari Brasil 2-4, dan Spanyol ditahan imbang Mesir 0-0.

Kekalahan maupun gagal menang empat negara tersebut tentu terasa pahit untuk mereka. Namun, itu semua menjadi kejutan bagi para pencinta sepak bola dunia.

Label-label mewah yang mereka miliki hingga pemain-pemain muda yang sudah memiliki nama, tak bisa membawa tim menuju kejayaan, setidaknya pada matchday pertama.

Baca juga: Medali Pertama Indonesia dalam Geliat Adu Rekor Baru Olimpiade

Perancis teriris setelah kalah 1-4 dari Meksiko. Label juara Piala Dunia 2018 sedikit terusak kendati pemain dan pelatihnya 100 persen jauh berbeda.

Benar, perlu digaris bawahi bahwa skuad Perancis untuk Olimpiade Tokyo 2020 tak ada hubungannya dengan masa emas Piala Dunia 2018.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hampir mirip dengan Argentina yang punya sejarah manis medali emas pada tahun 2004 dan 2008.

Ditambah lagi Argentina baru saja mengemas trofi Copa America, tentu hal tersebut seharusnya bisa menjadi cambuk untuk para junior-juniornya di Olimpiade Tokyo 2020.

Baca juga: Daftar 32 Medali Indonesia pada Ajang Olimpiade

Dua kondisi di atas berbeda dengan yang dialami oleh Spanyol. Jika melirik kedalaman skuad La Rojita, julukan skuad U-23 Spanyol, medali emas tentu bisa diraih.

Sebanyak enam pemain yang sempat dipanggil untuk skuad senior pada Euro 2020, turut dibawa oleh pelatih De la Fuente ke Jepang.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.