Kompas.com - 17/07/2021, 12:00 WIB
Penyerang Guingamp, Marcus Thuram (kanan), mencetak gol via tendangan penalti setelah menaklukkan kiper Paris Saint-Germain, Alphonse Areola (kiri), dalam pertandingan perempat final Piala Liga Perancis antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Guingamp (EAG) pada 9 Januari 2019. AFP/ANNE-CHRISTINE POUJOULATPenyerang Guingamp, Marcus Thuram (kanan), mencetak gol via tendangan penalti setelah menaklukkan kiper Paris Saint-Germain, Alphonse Areola (kiri), dalam pertandingan perempat final Piala Liga Perancis antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Guingamp (EAG) pada 9 Januari 2019.

KOMPAS.com - Cabang olahraga sepak bola mempunyai bentuk hukuman bagi pelanggaran yang dilakukan pemain bertahan di dalam area kotak depan gawang.

Jika pemain mendapatkan hukuman di depan gawang dengan jarak sebelas meter disebut sebagai tendangan penalti.

Sebelas meter merupakan jarak dari titik putih tempat bola diletakkan untuk melakukan tendangan penalti, menuju garis gawang.

Titik putih tersebut berada dalam area kotak penalti, yang berukuran panjang 40 meter serta lebar 16,5 meter di depan gawang pada dua ujung lapangan sepak bola.

Hukuman tendangan penalti diberikan apabila wasit, sebagai pemimpin pertandingan, melihat pelanggaran oleh seorang pemain bertahan di dalam area tersebut.

Bentuk pelanggaran yang membuat wasit memberi hukuman tendangan penalti adalah berupa kontak fisik yang menghalangi penyerang lawan mencetak gol maupun terjadinya handball oleh pemain non-kiper.

Baca juga: Mengapa Pemain Belakang Jarang Ambil Tendangan Penalti?

Menurut buku peraturan Laws of the Game yang disusun oleh Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB), terdapat sejumlah ketentuan bagi penendang penalti saat melakukan tugasnya.

Ketentuaan bagi penendang penalti dalam permainan sepak bola seperti diatur oleh IFAB, di antaranya sebagai berikut:

  • Tendangan penalti harus dilakukan setelah wasit memberi isyarat melalui peluit
  • Penendang harus mengarahkan bola ke depan, atau mengarah ke gawang
  • Seorang penendang tidak boleh menyentuh bola hasil tendangannya apabila belum menyentuh pemain lain
  • Eksekusi penalti dianggap selesai apabila bola masuk ke gawang, mengarah keluar wilayah permainan, atau berhenti bergerak setelah ditendang.
  • Usai ditendang oleh pemain yang menghadapinya, bola telah dianggap kembali masuk dalam permainan

Apabila tendangan penalti tidak berjalan sesuai dengan ketentuan, maka wasit mempunyai hak untuk membatalkan proses tersebut.

Misalnya, ketika tendangan penalti dilakukan dan bola membentur mistar kemudian disentuh atau diarahkan menuju gawang oleh pemain yang sama, maka gol yang terjadi akan dianulir.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber IFAB
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.