Daftar Pelatih Timnas Indonesia sejak 1998, Ganti Setahun Sekali

Kompas.com - 02/07/2021, 06:06 WIB
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Dok. PSSIPelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

KOMPAS.com - Sejak 1998, tercatat tim nasional (timnas) Indonesia pernah dibesut 18 pelatih dengan 23 kali pergantian.

Mengutip dari laman Kompaspedia, dari 18 nama pelatih itu, Benny Dollo tercatat sebagai pelatih lokal terbanyak membesut timnas Indonesia, yakni tiga kali (2000-2001, 2008-2010, dan 2015).

Sementara untuk pelatih asing terbanyak yang pernah membesut timnas Indonesia adalah Alfred Riedl.

Alfred Riedl yang meninggal dunia pada September 2020 lalu, pernah menangani timnas Indonesia sebanyak tiga kali, yakni periode 2010-2011, 2013-2014, dan 2016.

Dihitung sejak 1998 hingga 2021 (23 tahun), sudah ada 23 pergantian atau artinya setahun sekali ganti pelatih jika dirata-rata.

Baca juga: PSSI: Sejarah, Fungsi, dan Tugasnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pelatih lokal pertama timnas Indonesia di awal reformasi

Rusdy Bahalwan merupakan pelatih lokal pertama yang menangani timnas Indonesia pada awal reformasi 1998.

Namun sayang, tim asuhan Rusdy Bahalwan di Piala Tiger 1998 membuat kontroversi "sepak bola gajah".

Saat itu, karena ingin menghindari tuan rumah Vietnam, Indonesia dan Thailand sama-sama ingin menghindari kemenangan.

Baca juga: Kisah Sepak Bola Gajah Thailand Vs Indonesia

Yang paling mencengangkan ialah setelah skor bertahan 2-2, bek timnas Mursyid Effendi dengan sengaja menceploskan bola ke gawang Hendro Kartiko.

Pelatih asing pertama timnas Indonesia di awal reformasi

Pelatih asing pertama yang menangani timnas di awal reformasi adalah Bernard Schumm pada tahun 1999.

Bernard Schum merupakan pelatih berkebangsaan Jerman yang menangani timnas Indonesia di SEA Games 1999 dan Kualifikasi Olimpiade 2000.

Baca juga: Profil Evan Dimas, Pemain Langganan Timnas Indonesia

Pelatih timnas Indonesia saat ini

Saat ini timnas Indonesia dibesut pelatih asing asal Korea Selatan, Shin Tae-yong. Dia ditunjuk PSSI untuk menangani skuad Garuda senior pada akhir 2019 dan diikat kontrak sampai 2023 nanti.

Selain menangani timnas Indonesia senior, Shin Tae-yong juga melatih tim U-19 dan U-23.

Penunjukan figur Shin Tae-yong memberi kesan bahwa PSSI ingin membangun rencana jangka panjang bagi peningkatan prestasi timnas Indonesia.

Berikut adalah daftar pelatih timnas Indonesia sejak 1998:

Pelatih Kewarganegaraan Periode Melatih Timnas Indonesia
Rusdy Bahalwan Indonesia 1998
Bernard Schumm Jerman 1999
Nandar Iskandar Indonesia 1999-2000
Benny Dollo Indonesia 2000-2001
Ivan Venkov Kolev Bulgaria 2002-2004
Peter White Inggris 2004-2007
Ivan Venkov Kolev Bulgaria 2007
Benny Dollo Indonesia 2008-2010
Alfred Riedl Austria 2010-2011
Wim Rijsbergen Belanda 2011-2012
Aji Santoso Indonesia 2012
Nil Maizar Indonesia 2012-2013
Luis Manuel Blanco Argentina 2013
Rahmad Darmawan Indonesia 2013
Jacksen F Tiago Brasil 2013
Alfred Riedl Austria 2013-2014
Benny Dollo Indonesia 2015
Pieter Huistra Belanda 2015
Alfred Riedl Austria 2016
Luis Milla Spanyol 2017-2018
Bima Sakti Tukiman Indonesia 2018
Simon McMenemy Skotlandia 2018-2019
Shin Tae-yong Korea Selatan 2019-sekarang

Pendapat Bambang Pamungkas soal bongkar pasang kursi kepelatihan timnas Indonesia 

Melihat daftar pelatih timnas seperti tabel di atas, terlihat Indonesia kerap bongkar pasang pelatih atau tepatnya dimulai pada periode 2010-2011. 

Legenda sepak bola Indonesia, Bambang Pamungkas, mengungkapkan keresahannya terkait sering gonta-ganti pelatih untuk meraih hasil instan.

"Ya kita masih selalu berpikir instan tentang hasil. Itu satu hal yang harus kita ubah," kata Bambang Pamungkas seperti dilansir oleh BolaSport.com dari YouTube Vincent and Desta pada 29 Mei 2021 lalu.

Baca juga: Asal-usul Sepak Bola

"Kita punya pelatih bagus, terutama pelatih tim nasional. Pelatih bagus, progress-nya bagus, tapi karena tidak juara akhirnya diganti."

"Anda bisa bayangkan, saya di tim nasional (Indonesia) itu 13 tahun dan selama itu sudah ada 11 pelatih. Jadi, rata-rata itu setahun dua bulan atau tiga bulan itu ganti. Seharusnya tidak begitu."

"Seharusnya kita kontrak jangka panjang, kita lihat progresnya, baru kita tentukan dia itu berhasil atau tidak," terang alumnus SMAN 1 Salatiga tersebut.

"Tapi, kalau cuma sekali event, terus ganti (pelatih), sekali event, terus ganti. Yang kasian bukan hanya pelatihnya, namun juga pemainnya nanti."

"Karena jika sang pemain sudah beradaptasi, namun tiba-tiba diganti (pelatihnya) ya berubah lagi. Itulah progress kita tersendak ya salah satunya gara-gara itu. Itu hanya pendapat pribadi saya," tambah pria yang akrab disapa Bepe itu.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.