Kompas.com - 12/06/2021, 16:40 WIB
Pebasket Satria Muda Pertamina Jakarta Laurentius Steven Oei (atas) berebut bola dengan pebasket Pelita Jaya Bakrie Jakarta Muhammad Hardian Wicaksono (tengah) dan Andakara Prastawa Dhyaksa (bawah) dalam gim ketiga Final Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2021 di Britama Arena, Jakarta, Minggu (6/6/2021). Satria Muda Pertamina Jakarta berhasil menjadi juara IBL 2021 usai mengalahkan Pelita Jaya Bakrie Jakarta dengan skor 68-60 (2-1). ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATPebasket Satria Muda Pertamina Jakarta Laurentius Steven Oei (atas) berebut bola dengan pebasket Pelita Jaya Bakrie Jakarta Muhammad Hardian Wicaksono (tengah) dan Andakara Prastawa Dhyaksa (bawah) dalam gim ketiga Final Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2021 di Britama Arena, Jakarta, Minggu (6/6/2021). Satria Muda Pertamina Jakarta berhasil menjadi juara IBL 2021 usai mengalahkan Pelita Jaya Bakrie Jakarta dengan skor 68-60 (2-1).

KOMPAS.com - Cabang olahraga bola basket mengharuskan sebuah tim untuk mencetak angka sebanyak mungkin untuk memenangi sebuah pertandingan atas kubu lawan.

Sebuah tim mendapatkan angka jika mampu menembak atau memasukkan bola ke dalam sasaran berupa ring di wilayah permainan tim musuh.

Namun, apabila seorang pemain gagal membuat angka melalui tembakan, maka tim lainnya dapat merebut penguasaan bola sehingga dapat ganti menyerang.

Usaha untuk menguasai bola setelah lawan gagal melakukan tembakan disebut reboundYa, rebound merupakan salah satu teknik dalam olahraga bola basket.

Lebih tepatnya disebut sebagai defensive rebound, apabila dilakukan oleh seorang pemain bertahan ketika anggota tim lawan melewatkan kesempatan mencetak angka lewat tembakan atau upaya lemparan lainnya.

Seperti dilansir dari laman NBA jr, rebound menjadi cara seorang pemain dari tim yang sedang bertahan untuk mencegah lawannya mencetak angka melalui kesempatan kedua.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kesalahan Saat Melakukan Pivot dalam Bola Basket

Di sisi lain, teknik rebound juga bisa dilakukan oleh seorang pemain dari tim penyerang setelah dirinya atau rekan seregu lain gagal melakukan tembakan.

Upaya menguasai bola setelah seorang pemain atau rekan setim lain gagal memasukkan bola ke ring disebut sebagai offensive rebound.

Adapun, keterampilan melakukan teknik rebound dipengaruhi oleh kemampuan seperti tinggi loncatan, pemahaman posisi berdiri serta arah bola, dan jangkauan tangan.

Tahapan melakukan rebound dalam permainan bola basket bisa dilakukan seorang pemain, usai memastikan bola gagal masuk ke dalam ring.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X