Soal Nagita-Raffi Ikon PON Papua, Menpora Segera Komunikasi ke PB PON

Kompas.com - 04/06/2021, 16:05 WIB
Menpora Zainudin Amali saat membuka Kongres Biasa PSSI di Hotel Raffles, Jakarta, pada Sabtu (19/5/2021). Dok. KemenporaMenpora Zainudin Amali saat membuka Kongres Biasa PSSI di Hotel Raffles, Jakarta, pada Sabtu (19/5/2021).


KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali akan berkomunikasi dengan PB PON selaku penyelenggara terkait penunjukan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sebagai ikon PON 2020 Papua.

Penetapan Nagita Slavina dan Raffi Ahmad sebagai ikon PON Papua menuai pro dan kontra. Tak sedikit pihak yang menilai keputusan menunjuk pasangan artis itu menjadi ikon PON Papua tidak tepat.

Polemik ini turut menyita perhatian Zainudin Amali. Dia menilai PB PON selaku panitia penyelenggara harus memperhatikan aspirasi masyarakat.

Oleh karena itu, Zainudin Amali akan segera melakukan komunikasi dengan PB PON terkait hal ini.

Baca juga: Polemik Nagita Slavina Jadi Ikon PON Papua, Ini Tanggapan Sesmenpora

"Saya kira ini juga aspirasi dari masyarakat yang perlu kita perhatikan. Saya akan komunikasi dengan PB PON dan pihak Raffi Ahmad," ujar Zainudin Amali dalam konferensi pers virtual, Jumat (4/6/2021).

"Nagita dan Raffi ini sebenarnya profesional saja. Mereka ditunjuk dan melaksanakan tugas sebagaimana kesepakatannya, tetapi kemudian menjadi kontroversi," tuturnya melanjutkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, Zainudin Amali menegaskan, pihaknya bukan ingin menganulir keputusan PB PON.

Zainudin Amali menyadari bahwa dipilihnya Nagita Slavina dan Raffi Ahmad sebagai ikon adalah untuk menyosialisasikan PON Papua.

Namun, dia akan tetap memberikan masukan kepada PB PON agar polemik ini tidak berkepanjangan. 

"Memang di dalam pembagian tugas, ini menjadi kewenangan PB PON. Namun, kalau sudah menyangkut area publik yang akhirnya menjadi kontroversi, pemerintah pusat tentu akan mengajak komunikasi," katanya.

"Kami bukan menganulir, tetapi mengajak komunikasi supaya mereka bisa memutuskan bagaimana baiknya."

Baca juga: PON Papua, Ini Jumlah Jumlah Atlet yang Berpartisipasi

"Mungkin saja tujuan mereka menunjuk public figure yang dikenal masyarakat luas agar publikasi PON Papua ini semakin masif. Namun, ini bisa didiskusikan. Kami akan bicara dengan ketua harian PB PON," ujar Zainudin Amali.

"Kami akan serahkan kepada PB PON untuk memutuskan apakah mengganti ikon atau tidak. Kita akan kasih masukan saja," kata Zainudin Amali.

Adapun PON 2020 Papua yang mengalami penundaan setahun akibat pandemi virus corona direncanakan bergulir pada 2-15 Oktober 2021.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X