Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah di Balik Pembuatan Trofi Liga Champions

Kompas.com - 29/05/2021, 11:20 WIB
Kevin Topan Kristianto

Penulis

Sumber UEFA,JUARA


KOMPAS.com - Liga Champions atau kompetisi kelas atas sepak bola antarklub Eropa memiliki sejumlah fakta menarik.

Salah satu fakta menarik dari Liga Champions adalah pembuatan trofi berjulukan "Si Kuping Besar" itu.

Sebelum jauh dikenal dengan trofi "Si Kuping Besar", trofi Piala/Liga Champions dulu punya kuping dan bentuk yang lebih kecil.

Namun setelah tahun 1967, barulah trofi "Si Kuping Besar" dibuat untuk menggantikan desain pertama.

Baca juga: Arti Delapan Bintang pada Logo Liga Champions

Dikutip dari laman resmi UEFA, trofi Piala/Liga Champions terbaru dirancang oleh Juerg Stadelman pada 1968.

Juerg Stadelman ditunjuk Sekretaris Jenderal UEFA kala itu, Hans Bangerter, untuk merancang trofi Piala/Liga Champions yang agak berbeda dari desain trofi pertama.

Trofi pun dirancang dan dibuat Stadelmann di Berne, Swiss (dekat kantor pusat UEFA).

Pembuatan trofi baru tersebut menelan biaya 10.000 swiss franc. Dengan biaya tersebut jadilah sebuah trofi setinggi 73,5 cm dan berat 7,5 kg.

Baca juga: Bagaimana Menentukan Sebuah Tim Bisa Tampil ke Liga Europa?

Bentuk pegangan dari trofi itu membuatnya mendapat julukan "Si Kuping Besar" dalam berbagai bahasa, seperti Prancis dengan nama la Coupe aux grandes oreilles dan dalam sebutan Spanyol menjadi La Orejona.

Di balik pembuatan trofi "Si Kuping Besar", ada fakta menarik yang terselip.

Fakta menarik tersebut adalah proses pembuatannya yang membutuhkan waktu 340 jam atau sekitar dua minggu.

Hal ini diungkapkan langsung oleh sang perancang, Juerg Stadelman.

Baca juga: Sejarah Kartu Merah dan Kuning dalam Sepak Bola

"Pembuatan harus selesai sebelum 28 Maret karena saya akan menikah dan berlibur 10 hari ke Los Angeles bersama istri," kata Stadelmann.

"Saya melakukan pekerjaan dengan maksimal sebelum diselesaikan oleh pemahat, Fred Baenningeer. Semua selesai tepat waktu dan saya senang," ucap dia lagi.

Adapun kini trofi "Si Kuping Besar" itu akan diperebutkan oleh Manchester City dan Chelsea.

Kedua tim asal Inggris itu akan saling berhadapan di partai puncak Liga Champions 2020-2021.

Baca juga: Apa Itu Corner Kick dalam Sepak Bola?

Duel Man City vs Chelsea ini akan dihelat di Stadion do Dragao, Portugal, Sabtu (29/5/2021) malam waktu setempat atau Minggu dini hari WIB.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber UEFA,JUARA
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Rapuhnya Pertahanan Arema FC...

Rapuhnya Pertahanan Arema FC...

Liga Indonesia
Persib Vs Persebaya, Bek Maung Waspada meski Bajul Ijo Tanpa Top Skor

Persib Vs Persebaya, Bek Maung Waspada meski Bajul Ijo Tanpa Top Skor

Liga Indonesia
Pesan STY yang Picu Hasil Bersejarah Timnas Indonesia di Piala Asia U23

Pesan STY yang Picu Hasil Bersejarah Timnas Indonesia di Piala Asia U23

Timnas Indonesia
Xabi Alonso Ucap 'Roma, Roma, Roma', De Rossi Cium Aroma Balas Dendam

Xabi Alonso Ucap "Roma, Roma, Roma", De Rossi Cium Aroma Balas Dendam

Liga Lain
Timnas Indonesia Bekuk Australia, Asa ke Olimpiade 2024 Terjaga

Timnas Indonesia Bekuk Australia, Asa ke Olimpiade 2024 Terjaga

Timnas Indonesia
Milan Dilibas 10 Pemain Roma, Langsung 'Disidang' Ultras di Olimpico

Milan Dilibas 10 Pemain Roma, Langsung "Disidang" Ultras di Olimpico

Liga Lain
Persib Vs Persebaya, Saat Bojan Hodak Rasakan Tekanan Berbeda...

Persib Vs Persebaya, Saat Bojan Hodak Rasakan Tekanan Berbeda...

Liga Indonesia
5 Fakta Menarik Indonesia Bekuk Australia, Mental dan Ernando Pembeda

5 Fakta Menarik Indonesia Bekuk Australia, Mental dan Ernando Pembeda

Timnas Indonesia
Cara Bertahan Timnas U23 Indonesia yang Perpanjang Kebuntuan Australia

Cara Bertahan Timnas U23 Indonesia yang Perpanjang Kebuntuan Australia

Timnas Indonesia
Indonesia Vs Australia: Komang Teguh Ubah Ketegangan Jadi Kelegaan

Indonesia Vs Australia: Komang Teguh Ubah Ketegangan Jadi Kelegaan

Timnas Indonesia
STY Sorot Aksi Ernando Ari, Indonesia Sukses Bikin Australia Frustrasi

STY Sorot Aksi Ernando Ari, Indonesia Sukses Bikin Australia Frustrasi

Timnas Indonesia
Alasan Emi Martinez Tidak Diusir Setelah Kena Kartu Kuning 2 Kali

Alasan Emi Martinez Tidak Diusir Setelah Kena Kartu Kuning 2 Kali

Liga Lain
Berkat Atalanta, Liga Italia Resmi Punya 5 Wakil di Liga Champions 2024-2025

Berkat Atalanta, Liga Italia Resmi Punya 5 Wakil di Liga Champions 2024-2025

Liga Champions
12 Pemain Basket USA di Olimpiade Paris 2024, LeBron James dan Durant Kembali

12 Pemain Basket USA di Olimpiade Paris 2024, LeBron James dan Durant Kembali

Internasional
Reaksi dan Target Pelatih Persib Setelah Pastikan Tiket Championship

Reaksi dan Target Pelatih Persib Setelah Pastikan Tiket Championship

Liga Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com