Olimpiade Tokyo, Penyelenggara Rilis Pembatasan Jumlah Ofisial Asing

Kompas.com - 20/05/2021, 20:03 WIB
Dua warga berjalan di depan logo olimpiade di Tokyo, Jepang. REUTERS via ABC INDONESIADua warga berjalan di depan logo olimpiade di Tokyo, Jepang.

TOKYO, KOMPAS.com - Penyelenggara Olimpiade Tokyo merilis pembatasab jumlah ofisial asing kurang dari 100 hari jelang perhelatan.

"Yang dizinkan hanya 78.000 orang ofisial asing," kata CEO Tokyo 2020 Seiko Hashimoto, Kamis (20/5/2021).

Rilis termutakhir itu menjadi kebijakan mengurangi hingga separuh jumlah ofisial asing yang boleh hadir selama perhelatan Olimpiade Tokyo.

Sebelumnya, pada pertengahan Juli 2021 nanti, Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengharapkan target vaksinasi Covid-19 di Perkampungan Atlet Tokyo mencapai angka 80 persen.

Baca juga: Ini Target Vaksinasi di Perkampungan Atlet Olimpiade Tokyo

Wakil Presiden IOC John Coates mengemukakan hal itu jelang 100 hari perhelatan Olimpiade Tokyo.

Pesta olahraga multicabang paling akbar di dunia akan berlangsung mulai 23 Juli 2021 hingga 8 Agustus 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 Ilustrasi vaksinasi. Dok. Shutterstock Ilustrasi vaksinasi.

Sebelumnya, ada rilis terkini jadwal tandang Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach ke Jepang.

"Thomas Bach akan datang pada 12 Juli 2021," kata pernyataan Tokyo 2020.

Jadwal terkini tersebut adalah perubahan dari jadwal sebelumnya yang batal terealisasi.

"Awalnya, Bach akan tandang ke Jepang pada 19 Mei 2021," kata Wakil Presiden IOC John Coates.

Pada jadwal lawas, Bach berencana hadir pada pawai obor di Hiroshima.

Pebasket 3x3 putri Indonesia, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi, menjalani tes PCR menjelang persiapan menghadapi Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2021 dalam turnamen di Graz, Austria, 24-30 Mei 2021. PERBASI Pebasket 3x3 putri Indonesia, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi, menjalani tes PCR menjelang persiapan menghadapi Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2021 dalam turnamen di Graz, Austria, 24-30 Mei 2021.

Kemudian, dia akan bertemu dengan Perdana Menteri Yoshihide Suga.

"Agenda ini batal lantaran pandemi Covid-19 masih melanda Jepang," ucap Coates.

Total di seluruh Jepang, sejak 1 Februari 2021, vaksinasi Covid-19 baru menyentuh maksimal dua persen dari sekitar 130 juta penduduk.



Sumber Kyodonews
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.