Pelarangan Estafet Obor Olimpiade Tokyo di Jalanan, Hyogo Ikuti Jejak Okayama

Kompas.com - 11/05/2021, 23:37 WIB
Obor Olimpiade diarak pada acara penyerahan api Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Maret 2020. Seremoni diadakan tanpa penonton sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus corona. AFP/ARIS MESSINISObor Olimpiade diarak pada acara penyerahan api Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Maret 2020. Seremoni diadakan tanpa penonton sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus corona.

TOKYO, KOMPAS.com - Prefektur Hyogo di Jepang mengikuti jejak otoritas Prefektur Okayama melarang estafet obor Olimpiade Tokyo di jalanan.

"Kami melarang estafet obor 23 dan 24 Mei 2021," kata pernyataan Hyogo.

Sebagai gantinya, otoritas akan membuat 90 pembawa obor berjalan sekitar 200 meter per orang dalam sebuah tempat khusus.

"Kami membatalkan estafet di jalanan pada 19 dan 20 Mei 2021," kata pernyataan Prefektur Okayama.

Baca juga: Nasib Estafet Obor Olimpiade Tokyo di Jalanan

Sebagai gantinya, Okayama menggelar acara alternatif tanpa penonton.

"Pembawa obor akan berkumpul di suatu tempat dan menyerahkan api Olimpiade tanpa berlari,: kata pernyataan itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, otoritas Prefektur Fukuoka sudah merilis kebijakan larangan itu pada pekan lalu.



Sumber Kyodonews
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X