Kompas.com - 08/05/2021, 23:45 WIB
Atlet Para Anglat Berat asal Bali, Ni Nengah Widiasih ditemui para wartawan usai berlaga di cabang angkat berat Kelas 41 Kilogram Wanita, Asian Para Games 2018 yang digelar di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (7/10/2018) siang. Pada laga tersebut, Nengah berhasil memperoleh medali perak. Kompas.com/Alsadad RudiAtlet Para Anglat Berat asal Bali, Ni Nengah Widiasih ditemui para wartawan usai berlaga di cabang angkat berat Kelas 41 Kilogram Wanita, Asian Para Games 2018 yang digelar di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (7/10/2018) siang. Pada laga tersebut, Nengah berhasil memperoleh medali perak.

BANGKOK, KOMPAS.com - Dubai menjadi incaran berikutnya bagi para atlet angkat berat paralimpik Indonesia untuk merebut tiket ke Paralimpik Tokyo 2021.

Pada Juni 2021, akan ada kejuaraan angkat berat paralimpik di Dubai.

"Ini kesempatan untuk mendongkrak poin agar bisa ke Paralimpik Tokyo," kata Sekretaris Jenderal Atlet Paralimpik Indonesia (NPC) Rima Ferdianto.

Baca juga: Angkat Berat Paralimpik, Merah Putih Berkibar di Bangkok

Atlet angkat berat paralimpik Indonesia Sriyanti punya cara menjaga harapan ke Paralimpik Tokyo 2021.

"Saya mengikuti kejuaraan angkat berat paralimpik di Bangkok," tuturnya, Sabtu (8/5/2021).

Pada kejuaraan bertajuk World Para Powerlifting World Cup 2021, atlet putri Siti Mahmudah meraih emas di kelas 79 kilogram.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemenang medali perak Asian Para Games 2018 cabang olahraga para-angkat berat kelas lebih dari 86 kilogram putri, Sriyanti, dalam pertandingan yang berlangsung di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018)ANTARA/Cornea Khairany Pemenang medali perak Asian Para Games 2018 cabang olahraga para-angkat berat kelas lebih dari 86 kilogram putri, Sriyanti, dalam pertandingan yang berlangsung di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018)

Siti membukukan angkatan 118 kilogram pada percobaan ketiga.

Lantas, Sriyanti yang turun di kelas 86 kilogram merebut medali emas dengan angkatan 133 kilogram.

Capaian Sriyanti adalah angkatan terbaik dari seluruh kontestan putri pada kejuaraan itu.

Sebelumnya, pada kejuaraan sama, Ni Nengah Widiasih meraih emas.

Widiasih menyabet medali emas dengan angkatan 96 kilogram.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X