Kompas.com - 24/04/2021, 21:31 WIB
Beberapa tumpukan kayu pemakaman pasien yang meninggal karena penyakit COVID-19 terlihat terbakar di tanah yang telah diubah menjadi krematorium kremasi massal korban virus corona, di New Delhi, India, Rabu (21/4/2021). APBeberapa tumpukan kayu pemakaman pasien yang meninggal karena penyakit COVID-19 terlihat terbakar di tanah yang telah diubah menjadi krematorium kremasi massal korban virus corona, di New Delhi, India, Rabu (21/4/2021).

NEW DELHI, KOMPAS.com - Kualifikasi badminton untuk Olimpiade Tokyo tertunda lantaran pandemi yang meluas di India.

Asosiasi Badminton India (BAI) dalam info terkininya, kemarin menunda Yonex-Sunrise India Open 2021.

"Kualifikasi ini sedianya akan berlangsung pada 11-16 Mei 2021," kata pernyataan BAI.

Kejuaraan di India ini adalah turnamen Super 500 dari HSBC BWF World Tour.

Baca juga: Olimpiade Tokyo, Persiapan Terganggu lantaran Status Darurat Pandemi

Penundaan ini, kata BAI sudah dikonsultasikan dan dikolaborasikan dengan BWF dan otoritas pemerintah India.

Sebelumnya, masih tingginya kasus Covid-19 di Tokyo membuat pemerintah setempat memberlakukan kembali kebijakan pengendalian pandemi sejak Senin (12/4/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Olimpiade Tokyo akan berlangsung mulai 23 Juli 2021 hingga 8 Agustus 2021.

Baca juga: Olimpiade Tokyo, Kualifikasi Senam Indah Pindah ke Barcelona

"Angka kematian mencapai 10.000 orang," kata pernyataan terkini Kementerian Kesehatan Jepang, Rabu (14/4/2021).

Pebulu tangkis India, Saina Nehwal, mengembalikan kok dari Hanna Ramadini (Indonesia) pada perempat final India Terbuka di Siri Fort Sports Complex, New Delhi, Jumat (27/3/2015).AFP PHOTO/PRAKASH SINGH Pebulu tangkis India, Saina Nehwal, mengembalikan kok dari Hanna Ramadini (Indonesia) pada perempat final India Terbuka di Siri Fort Sports Complex, New Delhi, Jumat (27/3/2015).

Angka kematian itu, bila dibandingkan dengan berbagai negara di dunia mungkin lebih kecil.

Namun, angka itu menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Asia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X