Kompas.com - 30/03/2021, 19:00 WIB
Bek Korea Selatan, Kim Young-gwon (kanan), bereaksi setelah dinyatakan offside dalam pertandingan penyisihan Grup F Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Kazan, Rabu (27/6/2018). Luis Acosta/AFPBek Korea Selatan, Kim Young-gwon (kanan), bereaksi setelah dinyatakan offside dalam pertandingan penyisihan Grup F Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Kazan, Rabu (27/6/2018).


KOMPAS.com - Offside acapkali menjadi dua mata sisi. Satu sisi menolong tim A, sisi lainnya menggagalkan kesempatan tim B untuk mendapatkan gol.

Istilah offside paling sering tersematkan kepada pemain penyerang yang berada pada posisi lebih dekat ke gawang lawan daripada pemain bertahan lawan sebelum bola diumpan oleh rekan satu tim-nya.

Biasanya, offside merupakan suatu keadaan di mana posisi pemain sepak bola berada di area lawan ketika bola sedang dioperkan menuju dirinya, sedangkan tidak ada pemain lawan setelahnya selain penjaga gawang.

Meski demikian, offside tidak termasuk teknik dengan bola pola penyerangan dalam sepakbola.

Terlepas dari hal tersebut, istilah offside memiliki sejarah cukup panjang dan mengalami beberapa perubahan.

Sejarah Aturan offside

Baca juga: Asal-usul Aturan Penalti dalam Sepak Bola

Suatu keadaan dimana posisi pemain sepak bola berada di area lawan ketika bola sedang menuju dirinya, sedangkan tidak ada pemain lawan setelahnya selain kiper dinamakan offside.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Asal-usul offside awalnya merupakan istilah dalam militer, yaitu "off the strength of your side" yang berarti pemain dibebastugaskan alias terlepas dari permainan.

Dikutip dari situs resmi FIFA, pada awalnya, offside dalam sepak bola mengacu pada olahraga rugby.

Konsepnya sama, melarang seorang pemain hanya diam menunggu umpan di depan gawang musuh.

 

Dalam sejarahnya tercatat offside sempat mengalami beberapa perubahan dikarenakan kurang jelasnya aturan itu sendiri.

Baca juga: Apa Itu Corner Kick dalam Sepak Bola?

Halaman:


Sumber FIFA,IFAB
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X