Terkait Polemik "Dewa Kipas", Grand Master Irene Kharisma Minta Publik Buka Mata

Kompas.com - 15/03/2021, 06:20 WIB
Pecatur Indonesia, Irene Kharisma, berpose saat menghadiri konferensi pers soal partisipasinya dalam Kejuaraan Dunia Catur Wanita 2017, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (1/2/2017). NUGYASA LAKSAMANA/KOMPAS.comPecatur Indonesia, Irene Kharisma, berpose saat menghadiri konferensi pers soal partisipasinya dalam Kejuaraan Dunia Catur Wanita 2017, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (1/2/2017).

KOMPAS.com - Pecatur putri Indonesia dengan gelar Grand Master, Irene Kharisma Sukandar, meminta publik Tanah Air untuk bijak menyikapi polemik Dewa_Kipas.

Dewa_Kipas merupakan nama akun yang dipakai pecatur online Indonesia, Dadang Subur, untuk bermain catur di aplikasi dan situs Chess.com.

Nama Dadang Subur mendadak viral di Indonesia setelah akun Dewa_Kipas ditutup atau diblokir oleh Chess.com pada Selasa (2/3/2021).

Akun Dewa_Kipas diblokir tidak lama setelah Dadang Subur mengalahkan pecatur Amerika Serikat dengan gelar International Master, Levy Rozman, yang menggunakan nama akun GothamChess.

Kronolgi akun Dewa_Kipas diblokir oleh Chess.com kemudian diceritakan oleh putra Dadang Subur, Ali Akbar, melalui akun sosial media pribadinya.

Baca juga: GM Catur Indonesia Siap Wujudkan Mimpi Dewa Kipas alias Dadang Subur

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Ali Akbar, akun Dewa_Kipas diblokir karena dilaporkan oleh para pendukung GothamChess yang tidak terima dengan kemenangan Dadang Subur.

Ali Akbar juga menyebut banyak dari pendukung GothamChess yang menuduh Dadang Subur bermain curang untuk meraih kemenangan.

Selain sebagai pecatur, nama Levy Rozman atau GothamChess memang juga populer di berbagai sosial media seperti Twitter, YouTube, hingga Twicth.

Pertandingan melawan Dewa_Kipas juga disiarkan langsung oleh Levy Rozman melalui Twitch dan disaksikan oleh ribuan penonon.

Menurut Ali Akbar, laporan fans GothamChess adalah penyebab utama mengapa akun Dewa_Kipas diblokir oleh Chess.com.

Baca juga: [VIDEO] Kisah Pak Dadang, Diblokir di Chess.com Usai Kalahkan Gamer Catur Dunia


"Saya tidak terima. Mentang-mentang publik figure (GothamChess) bisa senaknya saja memblokir akun orang," tulis Ali Akbar dalam cerita yang dia unggah di akun sosial media pribadinya.

Cerita Ali Akbar itu kemudian mendadak viral di Indonesia.

Akibatnya, banyak warganet Indonesia langsung menyerang GothamChess maupun Chess.com di dunia maya untuk membela Dadang Subur.

Belum lama ini, Levy Rozman memilih memblokir atau menutup akses penonton dari Indonesia yang ingin menyaksikan video di akun YouTube pribadinya.

Levy Rozman juga membuat akun Twitter dan Instagram pribadinya saat ini menjadi privat setelah polemik laga melawan Dadang Subur terus membesar hingga membuat warganet Indonesia bereaksi keras.

Terkini, Ali Akbar sudah meminta netizen Indonesia untuk menghentikan serangan terhadap Levy Rozman atau GothamChess.

Baca juga: Cara Pak Dadang Dewa Kipas Kalahkan Gamer Catur Dunia GothamChess

Sebab, Ali Akbar menyebut Levy Rozman sudah meminta maaf secara pribadi maupun mewakili penggemar GothamChess kepada Dadang Subur atas polemik yang terjadi.

Terkait pemblokiran akun Dewa_Kipas, Chess.com sebelumnya sudah memberi klarifikasi.

Chess.com memastikan akun Dewa_Kipas diblokir bukan karena laporan GothamChess atau para penggemarnya.

Namun, akun Dewa_Kipas diblokir karena telah menyalahi aturan yang berlaku di Chess.com.

"Kami tidak pernah memblokir akun berdasarkan jumlah laporan dari GothamChess atau para fans atau kreator lainnya," tulis pernyataan Chess.com.

"Kebijakan yang kami buat selalu berdasarkan tinjauan dari aturan fairplay Chess.com," tulis pernyataan resmi Chess.com.

Polemik Dewa_Kipas atau Dadang Subur semakin membesar ketika pihak PB Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) mengadakan konferensi pers virtual dengan tajuk "Edukasi Catur Daring dan Problematikannya dari Kasus Dewa Kipas" pada Jumat (12/3/2021).

Dalam konferensi pers tersebut, PB Percasi membedah data grafik permainan Dewa_Kipas selama bermain di Chess.com.

Baca juga: Mengenal Pak Dadang, Pecatur Indonesia di Chess.com yang Kalahkan Gamer Catur Dunia

PB Percasi menemukan ada kejanggalan dalam grafik permainan dan akurasi langkah Dewa_Kipas terutama pada perode 22 Februari sampai 2 Maret 2021.

Kejanggalan yang dimaksud adalah grafik permainan Dewa_Kipas yang stabil di puncak dengan persentase rata-rata akurasi langkah mencapai 90 sampai 99 persen.

Menurut PB Percasi, data itu tidak normal karena grafik permainan pecatur hebat sekalipun pasti naik turun dengan batas bawah dan atas rata-rata akurasi langkah pasti lebar.

Sebagai perbadingan, PB Percasi juga menjabarkan data milik atlet catur Indonesia seperti Irene Kharisma Sukandar yang memiliki akurasi langkah terendah 45 persen dan tertinggi 95 persen.

Dalam akhir konferensi pers tersebut, PB Percasi juga turut mengomentari pemblokiran akun Dewa_Kipas oleh Chess.com.

PB Percasi menilai keputusan Chess.com untuk memblokir akun Dewa_Kipas pasti dibuat setelah meninjau aturan yang berlaku.

Atas dasar itu, PB Percasi menyayangkan sikap netizen Indonesia yang terus menyerang Chess.com dan Levy Rozman atau GothamChess.

Baca juga: Alasan di Balik Pemblokiran Akun Pak Dadang Dewa Kipas oleh Chess.com

PB Percasi menilai serangan virtual itu secara tidak langsung akan memengaruhi nama baik Indonesia di mata dunia catur internasional.

Hal senada juga diungkapkan Irene Kharisma Sukandar ketika dihubungi KOMPAS.com pada Minggu (14/3/2021) malam WIB.

Sebelum dihubungi KOMPAS.com, Irene Kharisma Sukandar merilis surat terbuka yang ditujukan untuk artis Indonesa, Deddy Corbuzier.

Surat terbuka itu adalah respons Irene Kharisma Sukandar terkait video podcast Deddy Corbuzier dengan bintang tamu Dadang Subur dan anaknya, Ali Akbar, yang tayang pada Sabtu (13/3/2021).

Dalam video podcast itu, Dadang Subur bercerita banyak mengenai pertandingan melawan GothamChess, kehidupan pribadi, hingga bagaimana awal mula dirinya bermain catur.

Video podcast Deddy Corbuzier itu kemudian ditanggapi oleh Irene Kharisma Sukandar melalui surat terbuka.

Irene Kharisma Sukandar mengaku sangat kecewa karena Deddy Corbuzier tidak memberikan informasi secara lengkap terkait polemik Dadang Subur atau Dewa_Kipas.

Baca juga: Kronologi Pak Dadang Dewa Kipas Diblokir Chess.com Setelah Menang Catur Lawan GothamChess

Ketika dihubungi KOMPAS.com, Irene Kharisma Sukandar menilai polemik Dadang Subur atau Dewa_Kipas ini sangat mengganggu atlet catur Indonesia.

Sebab, publik tidak melihat polemik ini secara menyeluruh seperti bagaimana data permainan Dadang Subur atau penyebab akun Dewa_Kipas diblokir oleh Chess.com.

Irene Kharisma Sukandar sangat kecewa karena netizen Indonesia menyikapi polemik Dadang Subur atau Dewa_Kipas hanya berdasarkan nasionalisme buta.

"Saya ingin menjelaskan bahwa konferensi pers PB Percasi kemarin dibuat bukan untuk menyerang salah satu pihak mana pun."

"Kami hanya ingin memberi edukasi kepada publik apa itu catur online berdasarkan data yang valid. Silahkan publik menyikapi sendiri data tersebut."

"Berdasarkan data dan alogaritma Chess.com, akurasi langkah Dadang Subur tidak normal."

"Saya tidak mengerti mengapa masih banyak publik yang membela bahkan sampai menyerang Chess.com dan GothamChess."

"Ini bukan pertama kali Chess.com memblokir akun yang bermasalah. Jadi, penutupan akun Dadang Subur ini tidak perlu dibesar-besarkan."

"Saya hanya ingin meluruskan. Tolong polemik ini dilihat secara menyeluruh. Jangan dibutakan oleh nasionalisme atau faktor lainnya seperti finansial atau apa pun itu,"

"Reaksi netizen Indonesia sangat berlebihan dan telah mencoreng nama baik catur Tanah Air."

"Mereka telah membunuh Chess.com dan GothamChess. Itu tindakan yang sangat tidak perlu,"

"Mereka tidak memikirkan kami para atlet catur Indonesia."

"Mereka tidak berpikir bagaimana reaksi dunia catur internasional terhadap kami nanti."

"Saya cukup kuat menghadapi tekanan itu karena sudah punya pengalaman."

"Namun, bagaimana dengan masa depan generasi penerus catur Indonesia nantinya?"

"Saya tahu pasti ada reaksi pro dan kontra terhadap surat terbuka dan pernyataan saya ini."

"Namun, apa yang saya katakan benar dan berdasarkan data yang kredibel,"

"Jika ada orang yang mempertanyakan nasionalisme saya, saya sudah membawa nama Indonesia di berbagai Kejuaraan Catur Dunia selama puluhan tahun."

"Jangan pertanyakan nasionalisme saya. Polemik ini tidak perlu dilihat dari kaca mata nasionalisme. Data yang ada sudah ada, dan saya mengacu kepada itu."

Lebih lanjut, Irene Kharisma Sukandar berharap Deddy Corbuzier segera membuat klarifikasi untuk meluruskan polemik Dadang Subur atau Dewa_Kipas agar opini publik tidak melenceng.

Baca juga: Akun Pak Dadang Dewa Kipas Diblokir, GothamChess Minta Maaf

Irene Kharisma Sukandar juga berharap institusi terkait seperti Kementrian Pemuda dan Olahraga memanfaatkan momen ini untuk membangun dunia catur Indonesia ke arah yang lebih baik.

Sebab, Irene Kharisma Sukandar menilai catur selama ini dianaktirikan di Indonesia.

"Saya harap Deddy Corbuzier bisa mengklarifikasi kembali untuk mengubah opini publik menjadi lebih baik."

"Saya tahu GothamChess ini sasaran empuk karena statusnya sebagai orang asing. Namun, netizen Indonesia salah sasaran jika menyerang GothamChess."

"Saya ingin polemik ini segera berakhir. Jika Dadang Subur memiliki kemampuan, saya berharap beliau untuk segera menghubungi PB Percasi. Federasi pasti akan memberi respons yang baik."

"Polemik ini menjadi bukti bahwa atensi publik Indonesia terhadap catur sangat tinggi."

"Mari kita bersama-sama membangun dunia catur Indonesia ke arah yang lebih baik."

"Selama ini, saya merasa catur Indonesia dianaktirikan di negeri sendiri."

"Padahal, Indonesia memiliki banyak pecatur muda bertalenta yang akan menjadi masa depan catur Tanah Air."

"Saya harap Pemerintah Indonesia menggunakan momentum ini untuk membangun, mengembangkan, dan memperhatikan olahraga Tanah Air khususnya catur,"  kata Irene menutup komentarnya terkait polemik Dadang Subur alias Dewa_Kipas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X