Kompas.com - 13/03/2021, 23:19 WIB
Warga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/KYODOWarga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020).

LAUSANNE, KOMPAS.com - Presiden Komite Olimpiade Indonesia (IOC) Thomas Bach mengatakan bahwa ke depan, paket reformasi Olimpiade bakal dilaksanakan.

Baca juga: Olimpiade Tokyo, Prioritas IOC Jelang Perhelatan

"Ada total 15 paket reformasi," kata Thomas Bach dalam penyampaian informasi terkininya.

Sementara itu, paket reformasi pelaksanaan Olimpiade baik musim panas maupun musim dingin berlandaskan pada lima pilar.

Biaya Penundaan Olimpiade Tokyo bisa Capai Rp 39,48 Triliun
AFP PHOTO/PHILIP FONG Biaya Penundaan Olimpiade Tokyo bisa Capai Rp 39,48 Triliun

Thomas Bach menjelaskan, pilar-plar itu antara lain meliputi digitalisasi, pengembangan keberlanjutan, dan ketahanan finansial.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X