Olimpiade Tokyo, Penyelenggara Pahami Posisi Sulit karena Pandemi

Kompas.com - 08/03/2021, 21:35 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19, uji vaksin Covid-19 pada varian virus corona Afrika Selatan. Novovax dan Johnson & Johnson ujikan vaksin virus corona pada varian baru virus corona Afrika Selatan, hasilnya efikasi vaksin kurang efektif. SHUTTERSTOCK/PalSandIlustrasi vaksin Covid-19, uji vaksin Covid-19 pada varian virus corona Afrika Selatan. Novovax dan Johnson & Johnson ujikan vaksin virus corona pada varian baru virus corona Afrika Selatan, hasilnya efikasi vaksin kurang efektif.

TOKYO, KOMPAS.com - Penyelenggara Olimpiade Tokyo, Tokyo 2020 memahami posisi sulit karena pandemi Covid-19 yang belum bisa terkendali.

"Kami punya keinginan seluruh stadion penuh oleh penonton dari seluruh dunia," kata CEO Tokyo 2020 Seiko Hashimoto dalam pernyataannya, Jumat (5/3/2021).

"Namun, kami pahami posisi sulit yang kami hadapi lantaran kesiapan medis yang belum sempurna," katanya lagi.

Baca juga: Olimpiade Tokyo, Akan Ada Keputusan Sebelum Perarakan Obor

Survei dari media Yomiuri Shimbun yAng dirilis pada Senin (8/3/2021) menunjukkan sekitar 75 persen responden memilih tanpa kehadiran penonton asing di semua laga Olimpiade Tokyo.

Obor Olimpiade diarak pada acara penyerahan api Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Maret 2020. Seremoni diadakan tanpa penonton sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus corona.AFP/ARIS MESSINIS Obor Olimpiade diarak pada acara penyerahan api Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Maret 2020. Seremoni diadakan tanpa penonton sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus corona.

Survei berlangsung pada 5-7 Maret 2021 melalui telepon acak.

Total ada 1.066 dari 1.977 responden yang dikontak menjawab pertanyaan yang diajukan.

Secara rinci, 77 persen responden menolak penonton dari luar negeri.

"18 persen responden mengatakan penonton asing boleh hadir," kata media itu.

Ilustrasi virus coronaShutterstock Ilustrasi virus corona

Berangkat dari data-data itu, pihak Tokyo 2020 akan menyusun kebijakan soal penonton tersebut.

"Kami akan memutuskan kebijakan sebelum 25 Maret 2021 saat dimulainya perarakan obor Olimpiade," kata pernyataan Tokyo 2020.



Sumber Kyodonews
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X