FIFA akan Uji Coba Proposal Arsene Wenger soal Aturan Offside Baru

Kompas.com - 06/03/2021, 00:32 WIB
Pelatih legendaris Liga Inggris, Arsene Wenger, menyuarakan pendapatnya mengenai kemerosotan performa Liverpool di Premier League 2020-2021. beIN SportsPelatih legendaris Liga Inggris, Arsene Wenger, menyuarakan pendapatnya mengenai kemerosotan performa Liverpool di Premier League 2020-2021.

KOMPAS.com - Proposal Arsene Wenger mengenai aturan offside baru akan diuji coba oleh FIFA.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan hal ini pada Jumat (5/3/2021). 

Usulan mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, perihal offside telah dipertimbangkan dan akan menjalani uji coba dalam skala kecil terlebih dulu.

Infantino mengatakan bahwa potensi perubahan terhadap peraturan offside ini adalah agar membuat "sepak bola lebih atraktif tanpa mengganti alamiahnya".

Sebelumnya, Wenger mencanangkan ide soal aturan offside baru kepada FIFA pada Februari 2020.

Baca juga: Banjir Kejadian Kontroversial, IFAB Perjelas Peraturan Handball

Mantan pelatih Arsenal yang kini menjabat sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global itu menilai aturan offside sekarang tak masuk akal.

Lebih rinci, dirinya menyoroti perihal VAR yang menguliti setiap detail ketika memutuskan pemain di posisi offside.

Bagi Wenger, bagian-bagian tubuh seperti hidung, jari kaki, bahu, atau lainnya yang lewat tipis dari pemain terakhir lawan tak patut diklaim offside.

Pria asal Perancis itu menilai bagian-bagian tersebut baru bisa dinyatakan offside apabila bisa digunakan untuk mencetak gol.

Baca juga: Piala Dunia 2022, Peringatan Bos Besar FIFA tentang Covid-19

Oleh karena itu, Wenger memberikan usulan karena hal kecil tersebut begitu memberikan dampak besar dan bisa merugikan suatu tim.

"Masalah tersulit yang dimiliki orang (dengan VAR) adalah aturan offside," kata Wenger dikutip dari artikel The Guardian satu tahun lalu.

"Ada keputusan offside yang melibatkan sepersekian sentimeter, secara harfiah selebar hidung. Ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan aturan dengan cepat," cetus idenya.

"Ada ruang untuk mengubah aturan dan tidak mengatakan bahwa sebagian dari hidung pemain adalah offside."

Baca juga: Piala Dunia 2022, Harapan Besar Bos Besar FIFA

"Jadi, Anda offside karena Anda bisa mencetak gol dengan bagian tubuh itu. Sebaliknya, Anda tidak akan offside jika ada bagian tubuh yang bisa mencetak gol sejajar dengan bek terakhir."

"Bahkan, jika bagian lain (yang tidak berpotensi membuahkan gol) dari tubuh penyerang berada di depan."

"Itu akan menyelesaikannya. Anda tidak akan lagi memiliki keputusan milimeter dan sebagian kecil bagian tubuh penyerang yang berada di depan garis pertahanan," tandasnya.

Sejak saat itu, Arsene Wenger dengan beberapa pihak lain di FIFA telah menyerahkan proposal kepada IFAB.

Hal tersebut tak terlepas dari perannya di FIFA yang mengurus soal hukum permainan dan setiap perubahan aturan.

Presiden FIFA kini telah memastikan bahwa proposal Wenger tersebut akan diuji coba.

Ia pun mengungkapkan peran Wenger begitu vital dalam pengembangan permainan sepak bola agar berjalan lebih menarik.

"Kami telah melihat bahwa mungkin kami dapat memikirkan tentang undang-undang baru yang memungkinkan lebih banyak permainan menyerang dalam sepak bola," kata Gianni Infantino dikutip Mirror.

"Arsene Wenger mempresentasikannya kepada kami pagi ini. Peran kami di IFAB adalah membuat sepakbola lebih menarik tanpa mengubah sifatnya."

Baca juga: Lanjutan Piala Eropa, UEFA Gandeng TikTok

"Kami telah melihat bahwa peraturan baru ini akan memungkinkan lebih banyak permainan menyerang."

Perihal tanggal uji coba aturan offside baru hingga saat ini belum dipastikan.

Di sisi lain, IFAB juga memperjelas definisi handball di mana pelanggaran akan terjadi jika bola menyentuh seluruh area lengan yang berakhir di bawah ketiak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X