The Apprentice: ONE Championship Edition Utamakan Protokol Kesehatan

Kompas.com - 28/02/2021, 12:26 WIB
The Apprentice: ONE Championship Edition merupakan acara televisi realitas (reality show)  yang berisi persaingan melibatkan bisnis dan tantangan fisik. Dok. ONE ChampionshipThe Apprentice: ONE Championship Edition merupakan acara televisi realitas (reality show) yang berisi persaingan melibatkan bisnis dan tantangan fisik.
|

KOMPAS.com - The Apprentice: ONE Championship Edition, acara televisi realitas (reality show) yang berisi persaingan melibatkan bisnis dan tantangan fisik, akan tayang pada Maret 2021 ini.

Terdapat 16 calon yang akan bersaing mendapatkan tawaran pekerjaan senilai 250.000 dollar AS untuk bekerja di bawah Chairman dan CEO ONE Championship (penyelenggara ajang mixed martial arts/seni bela diri campuran), Chatri Sityodtong, selama satu tahun di Singapura.

Terkait gelaran tersebut, Karen Seah, pendiri Refinery Media, mitra produksi resmi ONE Championship The Apprentice, mengungkap tantangan dan persiapan ajang tersebut di tengah pandemi global virus corona atau Covid-19.

Difilmkan seluruhnya di Singapura selama pandemi Covid-19, melangsungkan "The Apprentice: ONE Championship Edition" merupakan sebuah "keajaiban produksi".

Karen Seah mengungkap bahwa The Apprentice: ONE Championship Edition mengutamakan protokol kesehatan menyikapi pandemi global Covid-19. 

Baca juga: Tantangan dan 5 Hal yang Didapat dari The Apprentice: ONE Championship Edition

"Itu sangat sulit tentu saja dan tanggung jawab tinggi di pundak kami untuk memastikan melakukannya dengan benar. Produksi itu adalah yang terbesar di kawasan ini. Kami harus memastikan bahwa kami menetapkan standar keselamatan," kata Karen Seah, seperti dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (27/2/2021).

ONE Championship dan Refinery Media bekerja sama dengan Pemerintah Singapura dalam menyusun serangkaian protokol kesehatan dan medis untuk menjaga para peserta, kru, dan tamu agar semuanya aman dari paparan Covid-19.

"Kami semua harus memakai masker dan APD lainnya, terutama tim kameraman dan tim suara, dan terkadang berlari dengan kontestan. Kelihatannya sangat sulit, tetapi kami perlu mengesampingkan ketidaknyamanan kami untuk memastikan pertunjukan itu diproduksi," kata Seah.

Seah percaya bahwa memproduksi "The Apprentice: ONE Championship Edition" telah berdampak positif.

"Saya yakin ini baru permulaan. The Apprentice: ONE Championship Edition telah membuktikan produksi ini dapat dilakukan, bahkan di saat pandemi global. Produser harus mempertimbangkan untuk memanfaatkan seberapa baik mengelola situasi Covid-19," kata Seah.

Baca juga: Keputusan Paulina, Wakil Indonesia di The Apprentice: ONE Championship Edition

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X