Kompas.com - 25/02/2021, 20:06 WIB
Obor Olimpiade diarak pada acara penyerahan api Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Maret 2020. Seremoni diadakan tanpa penonton sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus corona. AFP/ARIS MESSINISObor Olimpiade diarak pada acara penyerahan api Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Maret 2020. Seremoni diadakan tanpa penonton sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus corona.

TOKYO, KOMPAS.com - Di balik peraturan ketat pencegahan pandemi corona pada perarakan obor Olimpiade Tokyo, penyelenggara Olimpiade Tokyo pada 2021 memberikan keringanan bagi para pembawa obor.

"Pembawa obor pada perarakan diizinkan tidak memakai masker," kata Presiden Tokyo 2020, Seiko Hashimoto dalam keterangan terkininya, Rabu (24/2/2021).

Baca juga: Olimpiade Tokyo, Atlet dan Ofisial Pembawa Obor Kena Peraturan Ketat

"Atlet dan ofisial pembawa obor harus mengikuti peraturan kesehatan pencegahan pandemi corona," kata Presiden Tokyo 2020, penyelenggara Olimpiade Tokyo pada 2021, Seiko Hashimoto.

Seiko Hashimoto menerangkan, dua minggu sebelum perarakan para atlet dan ofisial wajib menghindari kegiatan berisiko tinggi.

Biaya Penundaan Olimpiade Tokyo bisa Capai Rp 39,48 Triliun
AFP PHOTO/PHILIP FONG Biaya Penundaan Olimpiade Tokyo bisa Capai Rp 39,48 Triliun

"Mereka harus menjaga makanan dan benar-benar menghindari kerumunan orang," kata Seiko Hashimoto menegaskan.

Baca juga: Mau Saksikan Langsung Perarakan Obor Olimpiade Tokyo, Patuhi 3 Hal Ini

Sementara, untuk penonton, Seiko Hashimoto juga menyebutkan syarat-syarat sebagai berikut.

Selama perarakan berlangsung, penonton wajib mengenakan masker serta menjaga jarak.

"Yang ketiga, tidak ada sorak-sorai penonton selama perarakan obor," tutur Seiko Hashimoto.

Medali Olimpiade Tokyo yang dibuat dari limbah elektronik. 6 juta di antaranya adalah limbah ponsel lawas yang diperoleh dari NTT DoCoMo.Engaget Medali Olimpiade Tokyo yang dibuat dari limbah elektronik. 6 juta di antaranya adalah limbah ponsel lawas yang diperoleh dari NTT DoCoMo.

"Penonton tetap diizinkan bertepuk tangan," kata Seiko Hashimoto menambahkan.

Baca juga: Olimpiade Tokyo, Penonton Boleh Saksikan Langsung Perarakan Obor

Seiko Hashimoto menambahkan, jadwal perarakan tetap sesuai jadwal yakni mulai 25 Maret 2021.

Awal perarakan juga tak berubah yakni mulai dari Fukushima, lokasi legendaris tatkala gempa bumi dan tsunami menghantam kawasan itu pada 2011.



Sumber Kyodonews
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X