Kompas.com - 22/02/2021, 10:00 WIB
Pose Conor McGregor pada sesi timbang badan sebelum UFC 257 di Fight Island, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 22 Januari 2021. Zuffa LLC/Jeff BottariPose Conor McGregor pada sesi timbang badan sebelum UFC 257 di Fight Island, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 22 Januari 2021.

KOMPAS.com - Petarung Irlandia, Conor McGregor, disarankan meninggalkan MMA dan pindah haluan ke tinju.

Saran tersebut diungkapkan legenda tinju dunia, George Foreman, yang menilai masa keemasan karier Conor McGregor di MMA sudah berakhir.

Belakangan ini, performa Conor McGregor di MMA memang menjadi sorotan.

Kali terakhir, petarung 32 tahun itu dihabisi Dustin Poirier pada ajang UFC 257.

Melihat performa Conor McGregor tersebut, George Foreman pun menyarankan sang petarung untuk segera meninggalkan MMA dan hijrah ke tinju.

Saran tersebut tentu dilontarkan Foreman bukan tanpa alasan. Sebab, sebelum tenar di ajang MMA, Conor McGregor memang pernah mencicipi karier di ring tinju.

Baca juga: Sambil Sebut Real Madrid, Khabib Nurmagomedov Bicara soal Performa McGregor

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

McGregor bahkan dalam laga debutnya sukses mendapatkan keistimewaan dengan menghadapi Floyd Mayweather Jr.

Akan tetapi, sosok berjuluk The Notorious itu menelan kekalahan saat berjumpa dengan Mayweather.

Setelah pertama kali mendapatkan perlawanan istimewa, McGregor kini dikabarkan sedang dalam pembicaraan melawan salah satu petinju terbaik di dunia, Manny Pacquiao.

Akan tetapi, setelah dikalahkan Dustin Poirier pada UFC 257, peluang McGregor menghadapi Pacquiao menjadi tipis.

Walau sama-sama memiliki satu manajer, Pacquiao tidak yakin dengan kekuatan milik petarung Irlandia itu bakal kompetitif.

Apalagi McGregor malah lebih fokus untuk bisa menggelar trilogi melawan Dustin Poirier pada tahun ini.

McGregor dan Poirier sama-sama memiliki skor 1-1 setelah dua kali pertemuan kedunya.

Meski begitu, George Foreman mempunyai pemikiran lain untuk karier McGregor.

Juara kelas berat tertua itu meminta McGregor untuk terus mengejar Pacquiao supaya mau meladeninya di atas ring tinju.

Hal itu disebabkan Foreman yakin bahwa McGregor kali ini bisa membuat petinju Filipina itu terjatuh.

"Sulit bagi McGregor untuk menerimanya, tetapi dia adalah pemukul yang lebih baik di tinju daripada dia di MMA," ucap Foreman dikutip BolaSport.com dari The Sun, Senin (22/2/2021).

"Saya lebih suka melihat dia di pertandingan tinju saat ini."

"Saya pikir jika dia melawan Pacquiao, dia benar-benar bisa mengalahkannya. Lebih dari sepuluh ronde, McGregor bisa menumbangkannya."

"Dia sudah terbiasa dengan tinju, dia tidak akan bagus bertarung di MMA lagi," kata legenda yang sering dijuluki Monster KO itu.

Di sisi lain, Khabib Nurmagomedov sebelumnya juga menilai karier McGregor sudah habis.

Kedua petarung MMA itu sama-sama dikenal sebagai rival karena pernah saling bertarung pada UFC 229 lalu.

Baca juga: Khabib Nurmagomedov Yakin Conor McGregor Tak Akan Kembali ke Masa Emas

Ketika ditanya apakah McGregor akan menemukan masa kejayaannya lagi, Nurmagomedov menjawab tegas.

"Tidak pernah. Tidak mungkin seseorang bisa mencapai masa keemasan untuk kedua kali," ucap Nurmagomedov dari Mirror.

"Saya tidak hanya berbicara tentang dia (Conor McGregor). Yang saya maksud adalah seorang individu tidak akan mempunyai masa jaya dua kali," ucap Khabib Nurmagomedov melanjutkan. (Fauzi Handoko Arif)



Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua MPBI Usai Greysia/Apriyani dan Ginting Raih Medali Olimpiade: Kebanggaan Buat Bangsa Kita

Ketua MPBI Usai Greysia/Apriyani dan Ginting Raih Medali Olimpiade: Kebanggaan Buat Bangsa Kita

Badminton
Tumpuan Kaki dan Posisi Lengan Saat Melakukan Lompat Jauh

Tumpuan Kaki dan Posisi Lengan Saat Melakukan Lompat Jauh

Sports
Klasemen Akhir Badminton Olimpiade Tokyo - China Juara Umum, Indonesia Peringkat 3

Klasemen Akhir Badminton Olimpiade Tokyo - China Juara Umum, Indonesia Peringkat 3

Badminton
Olimpiade Tokyo, Ganda Putri China Kagum dengan Kerja Keras Greysia Polii

Olimpiade Tokyo, Ganda Putri China Kagum dengan Kerja Keras Greysia Polii

Badminton
Program Panjang Barcelona dan Allianz

Program Panjang Barcelona dan Allianz

Liga Spanyol
Lambungan yang Baik dan Benar dalam Permainan Bola Kecil

Lambungan yang Baik dan Benar dalam Permainan Bola Kecil

Sports
Greysia Polii Kenang Momen Nyaris Pensiun Setelah Raih Emas Olimpiade

Greysia Polii Kenang Momen Nyaris Pensiun Setelah Raih Emas Olimpiade

Badminton
Jadwal Semifinal Sepak Bola Olimpiade, Brasil Vs Meksiko dan Jepang Vs Spanyol

Jadwal Semifinal Sepak Bola Olimpiade, Brasil Vs Meksiko dan Jepang Vs Spanyol

Sports
Medali Emas Greysia/Apriyani Jadi Kado Ulang Tahun Kemerdekaan RI

Medali Emas Greysia/Apriyani Jadi Kado Ulang Tahun Kemerdekaan RI

Badminton
Momen Haru Apriyani Rahayu Menangis di Pelukan Eng Hian Usai Raih Medali Emas

Momen Haru Apriyani Rahayu Menangis di Pelukan Eng Hian Usai Raih Medali Emas

Badminton
3 Rekor di Balik Medali Emas Greysia/Apriyani di Olimpiade Tokyo 2020

3 Rekor di Balik Medali Emas Greysia/Apriyani di Olimpiade Tokyo 2020

Badminton
Klasemen Medali Olimpiade Tokyo: China Kokoh di Puncak, Indonesia 5 Medali

Klasemen Medali Olimpiade Tokyo: China Kokoh di Puncak, Indonesia 5 Medali

Sports
Olimpiade Tokyo 2020, Perolehan Medali Indonesia Meningkat dari 2016

Olimpiade Tokyo 2020, Perolehan Medali Indonesia Meningkat dari 2016

Sports
Sepak Bola Putri Olimpiade Tokyo: Swedia Vs Kanada di Final, AS-Australia Berebut Perunggu

Sepak Bola Putri Olimpiade Tokyo: Swedia Vs Kanada di Final, AS-Australia Berebut Perunggu

Internasional
Rekap Kiprah Wakil Badminton Indonesia di Olimpiade Tokyo, Sumbang 2 Medali

Rekap Kiprah Wakil Badminton Indonesia di Olimpiade Tokyo, Sumbang 2 Medali

Badminton
komentar
Close Ads X