Kompas.com - 27/01/2021, 19:19 WIB
Atlet lari putra Jawa Barat, Jaenal Aripin (depan) memimpin pertandingan pada final nomor100 meter klasifikasi T 54 putra di Pekan Paralimpik Nasional 2016 (PEPARNAS) di GOR Saparua, Bandung, Jawa Barat, (18/10/2016). PEPARNAS 2016 yang mempertandingkan 13 cabang olahraga berlangsung hingga 24 Oktober mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOAtlet lari putra Jawa Barat, Jaenal Aripin (depan) memimpin pertandingan pada final nomor100 meter klasifikasi T 54 putra di Pekan Paralimpik Nasional 2016 (PEPARNAS) di GOR Saparua, Bandung, Jawa Barat, (18/10/2016). PEPARNAS 2016 yang mempertandingkan 13 cabang olahraga berlangsung hingga 24 Oktober mendatang.

TOKYO, KOMPAS.com - Sejauh ini berbagai negara di dunia sudah melakukan vaksinasi bagi para warganya demi menghindari meluasnya pandemi corona.

Informasi terkini, berkenaan dengan vaksinasi tadi datang Komite Paralimpik Internasional (IPC).

Menurut Juru Bicara IPC Craig Spence, banyak negara memberikan prioritas kepada para atlet paralimpiknya.

"Negara-negara itu menganggap para atlet paralimpiknya rentan terpapar virus Covid-19," tutur Spence.

Baca juga: Olimpiade Tokyo, Ini Peluang bagi Atlet Paralimpik

Menurut Spence, Inggris sudah melakukan vaksinasi bagi para atlet paralimpiknya.

Fakta ini, kata Spence, akan menjadi salah satu hal baru dalam mewujudkan Paralimpik Tokyo 2021.

Dua warga berjalan di depan logo olimpiade di Tokyo, Jepang.REUTERS via ABC INDONESIA Dua warga berjalan di depan logo olimpiade di Tokyo, Jepang.

Paralimpik Tokyo yang sempat tertunda satu tahun lantaran pandemi itu akan berlangsung pada Selasa (24/8/2021) hingga Minggu (5/9/2021).

Saat ini di Jepang angka kasus pandemi corona masih terbilang tinggi.

Data menunjukkan, Jepang masih memiliki tingkat pandemi corona yang tinggi menjelang sekitar 200 hari perhelatan Olimpiade.

Bahkan, hingga ini, kota-kota besar di Tokyo masih berstatus darurat karena terpaan pandemi corona.

Ilustrasi vaksin virus corona, vaksin Covid-19SHUTTERSTOCK/PALSAND Ilustrasi vaksin virus corona, vaksin Covid-19

"Kami akan meninjau ulang kembali penetapan status itu pada Minggu (7/1/2021)," ujar Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga.

Total, hingga kini, ada sekitar 5.000 kematian lantaran pandemi Covid-19.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X