Kompas.com - 15/01/2021, 10:24 WIB
Warga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/KYODOWarga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020).

TOKYO, KOMPAS.com - Hingga kini, Jepang masih berada dalam status darurat lantaran meluasnya pandemi Covid-19 di negara itu.

Lantaran kondisi itu, Jepang mengeluarkan larangan sementara tidak memperkenankan atlet dari luar negeri masuk ke negara itu.

"Pelarangan akan berlangsung hingga Minggu (7/2/2021)," kata pernyataan pemerintah Jepang.

Baca juga: Olimpiade Tokyo, Penyelenggara Tegaskan Kembali Protokol Kesehatan

Menurut informasi dari penyelenggara Olimpiade Tokyo pada 2021 para atlet dari luar negeri sejatinya bisa memasuki Jepang untuk mengikuti latihan-latihan persiapan menjelang pesta akbar olahraga multicabang itu.

Pemerintah Jepang sudah menegaskan menjalankan Olimpiade Tokyo yang berlangsung pada 23 Juli 2021 hingga 8 Agustus 2021.

Biaya Penundaan Olimpiade Tokyo bisa Capai Rp 39,48 Triliun
AFP PHOTO/PHILIP FONG Biaya Penundaan Olimpiade Tokyo bisa Capai Rp 39,48 Triliun



Sumber Kyodonews
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X