Kisah TKW yang Lindungi Bayi Striker Timnas Malaysia hingga Akhir Hayat

Kompas.com - 26/12/2020, 05:55 WIB
Pesepak bola timnas Malaysia melakukan selebrasi kemenangan saat pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G Zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019). Tim nasional Indonesia menelan kekalahan dari Malaysia dengan skor 2-3. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPesepak bola timnas Malaysia melakukan selebrasi kemenangan saat pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G Zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019). Tim nasional Indonesia menelan kekalahan dari Malaysia dengan skor 2-3.

KOMPAS.com - Tenaga Kerja Wanita ( TKW) asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Titik Sukamti (46) menjadi salah satu dari tiga korban tewas dalam kecelakaan yang dialami oleh keluarga striker timnas Malaysia, Syafiq Ahmad (25).

Syafiq Ahmad mengalami kecelakaan pada Minggu (6/12/2020) di Sungai Bakap, Penang, Malaysia.

Tiga korban dalam kecelakaan tersebut meilputi anaknya yang masih berusia 22 hari, Zainab Wahab (mertua), dan Titik Sukamti (asisten rumah tangga).

Sementara striker timnas Malaysia yang juga membela Johor Darul Ta'zim tersebut selamat bersama istrinya, Nor Amalina Norain, dan anaknya yang berusia 2 tahun, Aaira Nur Safiyya.

Baca juga: Piala Dunia U20 2021 Batal, Ini Program PSSI untuk Timnas U19 Indonesia

Syafiq dan Aaira mengalami luka ringan, sedangkan sang istri mengalami luka berat.

"Informasi yang kami terima, mobil oleng menabrak pembatas jalan hingga akhirnya terguling," terang Masrukin (66), kakak Sukamti kepada Kompas.com di rumah duka.

"Saat dievakuasi, jasad Sukamti memeluk memegang erat memangku bayi Pak Syafiq yang juga meninggal dunia. Posisi di belakang," sambung Masrukin.

Jenazah Sukamti itu diterbangkan dari Malaysia dan mendarat di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang pada Jumat (25/12/2020) pagi.

Baca juga: PSSI Berharap Timnas Juara Piala Dunia U20 2023, Sejarah Membuktikan Sebaliknya

Ibu dua anak itu kemudian dibawa menuju kampung halamannya menumpang ambulans Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Begitu sampai di rumah duka, suara tangis histeris keluarga dan kerabat pecah menyambut kedatangan bungsu dari tujuh bersaudara itu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X