Faktor Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman Jarang Main

Kompas.com - 26/12/2020, 04:44 WIB
Pemain Timnas U-22 Indonesia, Egy Maulana beraksi saat melawan pemain Timnas Brunei Darussalam dalam pertandingan Grup B SEA Games 2019 di Stadion Sepak Bola Binan, Laguna, Filipina, Selasa (3/12/2019). Timnas Indonesia menang 8-0 dari Brunei Darussalam. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPemain Timnas U-22 Indonesia, Egy Maulana beraksi saat melawan pemain Timnas Brunei Darussalam dalam pertandingan Grup B SEA Games 2019 di Stadion Sepak Bola Binan, Laguna, Filipina, Selasa (3/12/2019). Timnas Indonesia menang 8-0 dari Brunei Darussalam.

Effendi adalah pemilik sekaligus Managing Director Action Football Asia Sdn Bhd, perusahaan yang berurusan dengan luar negeri dalam urusan pemain, pelatih, dan aktivitas olahraga internasional.

Baca juga: Piala Dunia U20 2021 Batal, Timnas U19 Indonesia Tetap Terbang ke Spanyol

Menurut Effendi, pemain berusia antara 16 dan 18 tahun lebih mudah dipasarkan ke Eropa.

Effendi mengungkapkan, sebagian besar klub Eropa tak berminat merekrut pemain asal Malaysia karena berbagai kendala, seperti kualitas dan kesulitan adaptasi atau menyesuaikan diri.

"Menurut saya, sulit bagi pemain berusia 20 tahun ke atas untuk beradaptasi dan menarik minat klub-klub di Eropa dibandingkan dengan mereka yang berusia di bawah 18 tahun," tegas Effendi, sebagaimana dikutip BolaSport dari Utusan.com.my.

Pemain muda, imbuhnya, seharusnya memulai karier di klub Eropa dengan bermain bersama tim junior, bukan langsung dipaksakan ke tim utama atau senior.

Setelah matang, barulah pemain itu diserap ke tim utama.

Baca juga: Kembali Dipanggil ke Timnas U19, Ajang Pembuktian Kelana Mahesa

Effendi menjelaskan, saat memulai dengan tim junior, pemain muda akan lebih memahami sistem dan pola permainan tim.

"Skenario sepak bola klub-klub besar di Eropa adalah, mereka sendiri mencari pemain yang diinginkan karena memiliki pencari bakat di seluruh dunia," tutur Effendi.

Jadi, Effendi tak setuju dengan cara mengirimkan pemain muda langsung ke tim utama di Eropa, karena pasti membuat mereka sulit diturunkan atau mendapat kepercayaan dari pelatih.

Dari Indonesia, selain Egy dan Witan, Brylian Aldama dan Bagus Kahfi juga melangkahkan kaki mereka ke klub Eropa dalam usia 18 tahun.

Brylian ke klub utama Rijeka di Liga Kroasia, sedangkan Bagus menuju FC Utrecht di Belanda.

Bagus disebut-sebut tak akan ke tim senior FC Utrecht, tapi Jong Utrecht, yang bermain di kompetisi kasta kedua Liga Belanda. (Lola June A Sinaga)

Halaman:


Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X