Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Heboh Isu Jual-Beli Jabatan Manajer Timnas U19 Indonesia

Kompas.com - 21/12/2020, 14:30 WIB
Mochamad Sadheli

Penulis

KOMPAS.com - Kabar kurang mengenakkan bagi pencinta sepak bola Tanah Air. Jabatan manajer timnas U19 Indonesia sedang menjadi bahan perbincangan.

Jabatan manajer timnas U19 Indonesia untuk Piala Dunia U20 2021 kabarnya sedang diperjualbelikan.

Bukti foto kuitansi tanda jadi sebesar 100.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 1 miliar menyebar di media sosial.

Uang tersebut tertuliskan untuk pemesanan tiket Piala Dunia U20 2021 yang mencatut nama Achmad Haris sebagai pemberi dan Djoko Purwoko sebagai penerima.

Baca juga: Jack Brown Gagal Gabung Timnas U19 Indonesia ke Spanyol

Berdasarkan kabar yang berkembang, dana Rp 1 miliar dari Achmad Haris tersebut diduga diberikan untuk menjadikan Dodi Reza Alex Noerdin sebagai manajer timnas U19 Indonesia.

Achmad Haris dan Alex Noerdin bukanlah dua pihak asing. Keduanya pernah bersama dalam manejemen Sriwijaya FC.

Saat itu, Alex Noerdin selaku bos Sriwijaya FC. Sementara Achmad Haris sebagai Sekretaris Tim Sriwijaya FC.

Namun demikian, Achmad Haris membantah dengan adanya kabar tersebut.

"Sekarang gini, ya, yang tertera di kuitansi itu apa tulisannya? Itu tiket Piala Dunia dan cuma sekadar bisnis. Apa salah kalau mau berbisnis?" kata Haris dikutip laman resmi PSSI.

Baca juga: Shin Tae-yong ke Spanyol, TC Timnas U22 Indonesia Akan Dipimpin Nova Arianto

"Saya tidak tahu apa-apa soal isu yang lain. Sekarang tinggal dilihat saja apa itu keterangan di kuitansinya," sambungnya.

Kalimat bantahan juga diutarakan oleh sosok yang diduga menerima aliran dana, Djoko Purwoko.

Djoko Purwoko merasa ada pihak yang tak senang dengan PSSI pimpinan Mochamad Iriawan dan Dodi selaku mantan petinggi Sriwijaya FC.

"Mungkin saya orang yang dipandang tegak lurus, jadi dicari-cari nama saya. Ini mungkin juga politik yang tidak suka PSSI," kata Djoko Purwoko.

Baca juga: Saddil Ramdani Bersyukur Masih Dipanggil Timnas meski Kompetisi Mandek

"Kuitansi itu juga tidak ada kaitannya (narasi jual-beli jabatan manajer). Memang tidak boleh pesan tiket jauh-jauh hari?"

"Saya pernah juga tinggal di luar negeri pesan tiket Liga Champions. Saya orang bola dan paham bagaimana pemesanan tiket," tegas dia.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com