Kompas.com - 12/12/2020, 22:42 WIB
Aksi atlet Indonesia Triyatno dalam cabang olahraga angkat besi kelas 69 kg saat Asean Games 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu (22/08/2018). Triyatno gagal meraih medali, hanya menempati urutan keempat dengan nilai total angkatan 329 kilogram dari snatch seberat 147 kg dan clean and jerk seberat 182 kilogram. ANDREAS LUKAS ALTOBELIAksi atlet Indonesia Triyatno dalam cabang olahraga angkat besi kelas 69 kg saat Asean Games 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu (22/08/2018). Triyatno gagal meraih medali, hanya menempati urutan keempat dengan nilai total angkatan 329 kilogram dari snatch seberat 147 kg dan clean and jerk seberat 182 kilogram.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang Kejuaraan Dunia Angkat Besi Senior Asia, Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) menyiapkan dua atlet senior.

Kejuaraan itu sendiri berlangsung di Uzbekistan.

Kejuaraan berlangsung pada 15-22 April 2021.

Baca juga: Olimpiade Tokyo, Strategi Angkat Besi Indonesia Tambah Wakil

"Paling tidak para atlet kita bisa lolos dulu," kata Wakil Ketua Umum PABSI Djoko Pramono.

Dua atlet senior yang berangkat ke Uzbekistan adalah Triyatno di nomor 73 kilogram pria.

Kemudian, Triyatno akan berdampingan dengan Nurul Akmal.

Nurul Akmal bertarung di kelas 87+ kilogram.

Biaya Penundaan Olimpiade Tokyo bisa Capai Rp 39,48 Triliun
PHILIP FONG Biaya Penundaan Olimpiade Tokyo bisa Capai Rp 39,48 Triliun



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X