Calon Ketum IMI Pusat Periode 2021-2024 Fokus Bina Bakat Pebalap Muda

Kompas.com - 24/11/2020, 00:30 WIB
Bambang Soesatyo jadi calon Ketua Umum IMI Pusat periode 2021-2024. Dok. IMIBambang Soesatyo jadi calon Ketua Umum IMI Pusat periode 2021-2024.

KOMPAS.com - Calon Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia ( IMI) Pusat periode 2021-2024, Bambang Soesatyo, mendapatkan puluhan dukungan dari pengurus provinsi.

Hingga Minggu (22/11/2020), tercatat sudah ada 25 IMI Provinsi yang mendukung Bambang Soesatyo sebagai Calon Ketua Umum IMI Pusat.

Bambang Soesatyo sendiri merupakan calon ketua umum terakhir setelah Sadikin Aksa dan HM Putranto yang lebih dulu maju.

IMI sendiri akan menggelar Musyawarah Nasional di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 20 Desember 2020, untuk pemilihan ketua umum dan kepengurusan periode 2021-2024.

Baca juga: IMI Hapus Kejurnas Balap Mobil 2020

"Dukungan kawan-kawan IMI Provinsi merupakan amanah besar yang harus saya emban dan jaga. Tujuannya tak lain untuk memajukan olahraga kendaraan bermotor Indonesia menjadi lebih mendunia," kata Bambang dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

"Kami ingin memajukan mobilitas, kelalulintasan, pembinaan atlet ( pebalap), pariwisata, kegiatan sosial, serta pelayanan dan pengembangan lainnya yang berkaitan dengan kendaraan maupun olahraga bermotor."

Ketua ke-20 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sekaligus Ketua Dewan Pembina IMI 2016-2020 ini menjelaskan, olahraga seperti balap mobil dan motor di Indonesia sudah cukup populer.

Banyak bibit muda yang jika bakatnya diasah dan diasuh dengan baik oleh IMI bisa membanggakan Indonesia dalam ajang kejuaraan dunia.

"Indonesia sudah memiliki Sirkuit Mandalika yang sebentar lagi akan turut dalam perhelatan MotoGP. Sirkuit Internasional Sentul pun tak kalah kualitasnya untuk menggelar berbagai perlombaan internasional," ujar Bambang.

"Berbagai sarana dan prasarana tersebut harus didukung dengan kualitas para atlet yang mumpuni. Di sinilah letak peran IMI untuk memberikan pembinaan secara berkelanjutan."

"Karena melahirkan seorang atlet bukanlah dalam hitungan tahun, bulan, apalagi hari. Melainkan proses berkelanjutan yang tak boleh berhenti."

Baca juga: Salah Kaprah, Touring Komunitas Motor Tidak Perlu Lapor IMI

Bambang juga menyoroti perkembangan digital motorsport yang sedang mewabah di berbagai negara dunia.

"Kerja sama dengan berbagai pihak juga perlu dilakukan, seperti dengan Kementerian Pemuda Olahraga, sehingga digital motorsport di Indonesia bisa dimanfaatkan para atlet untuk latihan."

"Digital Motor Sport juga bisa dimanfaatkan oleh para anak-anak penggemar otomotif yang masih berusia 7-15 tahun, untuk merasakan sensasi balapan layaknya di sirkuit," ujar Bambang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X