5 Fakta Lewis Hamilton Juara Dunia Formula 1 untuk Ketujuh Kali

Kompas.com - 15/11/2020, 19:15 WIB
Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton, terlihat emosional di kokpit mobilnya setelah menjadi pemenang di MotoGP Turki, Minggu (15/11/2020). Kemenangan itu mengunci gelar juara dunia F1 ketujuh sang pebalap. FOX SPORTSPebalap Mercedes, Lewis Hamilton, terlihat emosional di kokpit mobilnya setelah menjadi pemenang di MotoGP Turki, Minggu (15/11/2020). Kemenangan itu mengunci gelar juara dunia F1 ketujuh sang pebalap.

KOMPAS.com - Lewis Hamilton menjadi pemenang di Formula 1 GP Turki pada Minggu (15/11/2020) malam hari WIB sekaligus mengunci gelar juara dunia F1 ketujuhnya.

Pebalap berusia 35 tahun ini memulai balapan dari posisi keenam, tetapi ia membalap dengan efisien untuk menyabet tempat pertama di kondisi lintasan basah nan sulit.

Lewis Hamilton sebenarnya salah satu pebalap yang mengalami kesulitan dengan kondisi cuaca dan minimnya grip di trek Sirkuit Istanbul Intercity pada sesi kualifikasi.

Pebalap yang biasanya tampil impresif di lintasan basah tersebut hanya bisa mencatatkan waktu 4,795 detik lebih lamban dari Lance Stroll yang secara mengejutkan mengambil pole position pertamanya.

Baca juga: Hasil F1 GP Turki - Hamilton Kunci Gelar Juara Dunia, Samai Rekor Michael Schumacher

Namun, Lewis Hamilton menciptakan sejarah setelah pesaing terdekatnya yang juga rekan setimnya sendiri, Valetteri Bottas, tak bisa berbicara banyak di Istanbul.

Satu-satunya pebalap di grid yang bisa mengejar perolehan angka Hamilton dengan tiga seri tersisa itu tampil sangat buruk dengan mengalami setidaknya 5 kali spin sepanjang balapan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bottas hanya bisa mengejar Hamilton apabila ia mengambil tujuh poin lebih banyak dari Hamilton. Namun, pebalap asal Finlandia itu akhirnya hanya bisa finis di papan bawah grid.

Berikut adalah lima fakta menarik Lewis Hamilton menjadi juara dunia Formula 1 2020:

1. Gelar Ketujuh Lewis Hamilton

Ini adalah gelar ketujuh Lewis Hamilton, menyamai rekor Michael Schumacher. Sebelum ini Lewis Hamilton menjadi juara dunia pada 2008, 2014, 2015, 2017, 2018, 2019.

Ini bukan kali pertama Hamilton melewati tinta emas Schumacher. Musim ini, Hamilton juga telah melewati catatan 91 kemenangan Michael Schumacher di Formula 1.

Ia mencatatkan kemenangan ke-92 di Formula 1 saat membalap di GP Portugal pada akhir Oktober.

2. Menjadi Juara dengan Memenangi Seri

Kemenangan Lewis Hamilton di Turki ini hanyalah yang ketiga dari tujuh gelar juara yang datang dengan sang pebalap menduduki tempat pertama di podium.

Hal tersebut terjadi sebelumnya pada 2014 dan 2015.

Pada 2014, Lewis Hamilton mengunci gelar juara dengan kemenangan di GP Abu Dhabi sementara ia memastikan gelar pada 2015 dengan kemenangan di GP Amerika Serikat.

Hamilton membalap dengan sangat efisien dari posisi keenam. Ia mengambil alih pimpinan balapan setelah pemimpin balapan Lance Stroll masuk pit dan menyalip Sergio Perez.

Pada 2014, Lewis Hamilton me-lap rekan setimnya Nico Rosberg dalam perjalanan menjadi juara di Abu Dhabi.

Kali ini, ia juga me-lap Valtteri Bottas walau pebalap asal Finlandia itu sempat menghiraukan blue flag untuk beberapa lap.

3. Buah Manis Keluar dari Zona Nyaman di McLaren

Lewis Hamilton mengambil gelar juara dunia pertamanya bersama McLaren pada 2008, hanya setahun setelah melakoni debut di Formula 1.

Ketika itu, keputusan Hamilton meninggalkan McLaren pada 2012 dilihat sebagai suatu perjudian karena Mercedes baru kembali ke F1 tiga tahun sebelumnya dan hanya memenangi satu balapan selama tiga tahun tersebut.

Namun, Hamilton mengikuti instingnya dan bergabung dengan pabrikan asal Jerman tersebut. Hanya dalam kurun dua tahun, ia menyabet gelar juara dunia F1 kedua sepanjang kariernya.

"Saya tahu telah membuat keputusan bagus. Namun, saya tak menduga bakal memenangi enam gelar juara dunia," ujarnya sebelum balapan di Turki ini.

"Lakukanlah apa yang menurut kamu benar. Lakukan pekerjaan rumah kamu dan timbang-timbang positif dan negatifnya, lalu jalani saja."

4. Juara di Dalam dan Luar Lintasan

Musim ini, Lewis Hamilton mengundang atensi besar karena dukungan kuatnya terhadap gerakan Black Lives Matter.

Hamilton sejauh ini masih menjadi satu-satunya pebalap berkulit hitam yang pernah memenangi gelar Formula 1.

Sang pebalap menjadi motor yang mengajak para pebalap lain untuk berlutut jelang seri pertama musim di Austria.

Dalam hal ini, Hamilton mendapat dukungan penuh dari Toto Wolff, bos tim Mercedes yang sangat mendukung pandangan Hamilton.

Mercedes sampai mengubah livery mobil mereka menjadi hitam sepanjang musim ini sebagai bentuk dukungan terhadap Hamilton dan gerakan Black Lives Matter.

5. Menunggu Masa Depan

Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton, berhasil menjadi pemenang balapan Formula 1 (F1) GP Turki 2020 yang berlangsung di Istanbul Park, Minggu (15/11/2020) sore WIB.FOX SPORTS Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton, berhasil menjadi pemenang balapan Formula 1 (F1) GP Turki 2020 yang berlangsung di Istanbul Park, Minggu (15/11/2020) sore WIB.

Januari tahun depan, Lewis Hamilton akan menginjak usia 36 tahun. Dunia balapan pun masih menunggu apakah sang pebalap bakal memperpanjang kontraknya bersama Mercedes.

Kontrak dua tahun Lewis Hamilton yang ia tanda tangani pada Juli 2018 akan habis pada Desember ini. Alhasil, pria yang telah membalap selama 14 musim di F1 ini akan menjadi free agent hanya dalam waktu dua pekan.

Kendati beberapa pihak yakin bahwa Hamilton akan menandatangani kontrak baru, tak ada hal yang pasti di musim yang dilanda pandemi virus corona ini.

Bahkan, kontrak baru pun bukan jaminan. Nico Rosberg pensiun mendadak setelah menjadi juara dunia dan hanya empat bulan setelah menandatangani kontrak barunya pada 2016.

Setidaknya, sejauh ini pesan yang datang dari kedua kubu adalah mereka akan berlanjut.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.