Olimpiade Tokyo, Keinginan Warga dan Pengusaha Jepang Masih Bertolak Belakang

Kompas.com - 10/11/2020, 16:26 WIB
Stasiun Harajuku, Tokyo, yang masih mempertahankan bentuk aslinya, Minggu (17/8/2014). Dari stasiun ini banyak wisatawan mengunjungi wilayah tersebut. Kompas.com/WisnubrataStasiun Harajuku, Tokyo, yang masih mempertahankan bentuk aslinya, Minggu (17/8/2014). Dari stasiun ini banyak wisatawan mengunjungi wilayah tersebut.

TOKYO, KOMPAS.com - Hingga kini, keinginan warga dan pengusaha Jepang masih bertolak belakang jadi tidaknya Olimpiade Tokyo bergulir pada 2021.

Pada Juli 2020, media pemerintah Jepang NHK membuat jajak pendapat publik mengenai hal itu.

Hasilnya, dua pertiga dari responden percaya bahwa Olimpiade Tokyo pada tahun depan harus dibatalkan atau ditunda lebih lanjut.

Baca juga: Olimpiade Tokyo, Contoh Penempatan Atlet di Penampungan

Terkini, Selasa (10/11/2020) Reuters membuat survei ke para pelaku usaha di Jepang.

Medali Olimpiade Tokyo 2020 resmi diperkenalkan kepada publik.DOK. Reuters Medali Olimpiade Tokyo 2020 resmi diperkenalkan kepada publik.

Reuters menggandeng Nikkei pada survei itu dengan menyasar 485 perusahaan.

Dari jumlah itu, 220 perusahaan memberikan jawaban dalam bentuk anonimitas atau jawaban yang tidak menyertakan nama pemberi jawaban.

Baca juga: Arti Penting Olimpiade Harus Berlangsung bagi Perusahaan Jepang

"Dorongan ekonomi pasti akan berkurang dengan peraturan pembatasan penonton, tapi hal itu akan lebih baik dari pada tidak sama sekali," kata sebagian besar responden.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga saat tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (20/10/2020).Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga saat tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (20/10/2020).

Komite Olimpiade Jepang dan panitia lokal membuat kebijakan bahwa perhelatan Olimpiade Tokyo nantinya akan dikenai peraturan jumlah penonton terbatas.

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menegaskan bahwa Olimpiade Tokyo pada 2021 harus tetap berjalan.

Suga melihat ada celah untuk membangkitkan kondisi ekonomi Jepang yang melorot lantaran pandemi.

Logo Olimpiade Tokyo 2020Shutterstock Logo Olimpiade Tokyo 2020

PM Suga melihat bahwa sektor pariwisata menjadi kunci menghidupkan kembali ekonomi negara.

PM Yoshihide Suga menggagaskan banyak fleksibiltas pada rencana kelanjutan Olimpiade Tokyo ketimbang pendahulunya, Shinzo Abe.



Sumber Kyodonews
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X