Kemenpora Berharap Tak Ada Lagi Dualisme di Tubuh PB ISSI

Kompas.com - 22/10/2020, 17:00 WIB
Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto saat keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (26/7/2019). KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANSekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto saat keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (26/7/2019).

KOMPAS.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora) Republik Indonesia berharap tidak ada lagi perpecahan atau dualisme di tubuh Pengurus Besar Ikatan Sports Sepeda Indonesia ( PB ISSI).

Oleh karena itu, Sesmenpora Gatot S Dewa Broto meminta semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) beberapa waktu lalu bisa menahan diri.

Gatot merasa perlu mengeluarkan pernyataan setelah mendengar adanya pelaksanaan Munaslub ISSI versi Forum Pengprov yang digelar 17-18 Oktober 2020 di Jakarta.

"Kami mendengar ada itu (Munaslub), dan kami sudah klarifikasi kepada PB ISSI, beserta Raja Sapta Oktohari (Ketua Umum PB ISSI. Ini kami netral," ujar Gatot dalam siaran pers kepada Kompas.com.

Baca juga: Munaslub PB ISSI Beberapa Waktu Lalu Dianggap Tidak Sah

"Kenyataannya tidak ada kevakuman kepengurusan PB ISSI seperti yang dikeluhkan mereka (Forum Pengprov), meskipun Okto sudah menyatakan akan lengser Juni lalu."

"Oleh karena itu, saat tanda tangan MoU bantuan dana pelatnas, juga dihadiri oleh Okto sendiri dan selama ini pelatnas juga di bawah programnya," kata Gatot.

Untuk itu, Gatot meminta kepada siapa pun untuk tidak memanfaatkan situasi saat ini.

Menurutnya, saat ini pemerintah sangat fokus kepada prestasi. Satu demi satu persoalan dualisme di tubuh cabor juga sudah ditangani.

Ia berharap jangan sampai masalah PB ISSI kemudian meluas hingga berdampak buruk ke prestasi, baik itu di level nasional maupun internasional.

"Jangan berulanglah. Mari fokus ke prestasi karena di depan mata sudah ada event internasional yang harus diikuti, jangan pemerintah diganggu dengan isu-isu dualisme cabor lagi," tutur Gatot.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X