Kompas.com - 04/10/2020, 09:00 WIB
Atlet pencak silat putri Indonesia, Wita Wewey (biru), bertanding melawan pesilat asal Vietnam, Tran Thi Them (merah), pada partai final kelas B putri 50 kg sampai 55 kg Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu (29/8/2018). KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOAtlet pencak silat putri Indonesia, Wita Wewey (biru), bertanding melawan pesilat asal Vietnam, Tran Thi Them (merah), pada partai final kelas B putri 50 kg sampai 55 kg Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu (29/8/2018).

KOMPAS.com - Akademi Olahraga Prestasi Nasional (AKORNAS) baru saja menggelar seminar nasional virtual untuk percepatan program "Pencak Silat to Olympic".

Program ini digelar untuk menjawab dorongan dari komunitas olahraga bela diri pencak silat yang menginginkan adanya sedikit dorongan kepada pemegang kebijakan.

Dalam webinar yang berlangsung 26 September hingga 24 Oktober 2020 tersebut, AKORNAS membahas sejumlah hal.

Mulai dari kebijakan pemerintah hingga peran serta lembaga legislatif dalam mendukung program "Pencak Silat Road to Olympic".

Baca juga: Asal-usul Pencak Silat, Seni Bela Diri Asli Indonesia

Webinar ini juga dihadiri oleh sejumlah praktisi pencak silat dari sejumlah negara, antara lain dari Mesir, Thailand, dan Suriname.

''Jadi AKORNAS sebagai lembaga akademisi menginisiasi program ini untuk menjawab dorongan dari komunitas pencak silat yang ingin ada sedikit dorongan dari stakeholder terkait,'' ujar Ketua Pelaksana Webinar Pencak Silat Road To Olympic, Andri Paranoan.

Pemerintah dan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI) sedang mendorong pencak silat menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada Olimpiade.

Terlebih lagi, dengan ditetapkannya pencak silat oleh UNESCO sebagai warisan budaya asli Indonesia pada Desember 2019 lalu, semakin menguatkan keinginan tersebut.

Bahkan, sebuah perencanaan khusus telah dibuat dan didukung pelaksanaannya oleh Presiden Joko Widodo melalui program Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2020 – 2024.

Program rencana itu tujuannya adalah menargetkan pembudayaan olahraga pencak silat sebagai olahraga, mendorong kemajuan kebudayaan, serta menambah potensi medali pada ajang Olimpiade.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X