Olimpiade Tokyo, Pemerintah Jepang Buat Sistem Baru untuk Atlet

Kompas.com - 19/09/2020, 22:57 WIB
Logo Olimpiade Tokyo 2020 ShutterstockLogo Olimpiade Tokyo 2020

TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang membuat sistem baru untuk atlet mancangera berkenaan dengan pencegahan meluasnya pandemi corona.

"Sistem itu nantinya akan menyeleksi atlet dari 159 negara saat masuk ke Jepang," kata sumber pemerintah Jepang.

Baca juga: Oktober 2020, Olimpiade Tokyo Buka Pusat Informasi untuk LGBT

Pada sistem itu, para atlet diharapkan bisa memantau kondisi kesehatan mereka sejak 72 jam mereka keluar dari negaranya.

Ilustrasi virus coronaShutterstock Ilustrasi virus corona

Di Jepang, kata sumber itu, para atlet juga akan mendapatkan pemantauan kesehatan.

"Para atlet akan dipantau juga pergerakannya," kata sumber itu.

Ilustrasi maskerShutterstock/Chyzh Galyna Ilustrasi masker

Setiba di Jepang, para atlet juga wajib mengikuti karantina selama 14 hari.

Olimpiade dan Paralimpik Tokyo akan berlangsung pada 2021 mendatang.



Sumber Kyodonews
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X