Pandemi Corona, Dua Cabang Olahraga di Jepang Usulkan Hal Ini

Kompas.com - 08/09/2020, 23:03 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

TOKYO, KOMPAS.com - Dua cabang olahraga profesional Jepang yakni bisbol dan sepak bola mengusulkan kepada pemerintah mencabut batasan jumlah penonton langsung di stadion.

"Kami mengusulkan atas dasar fakta bahwa pandemi corona mulai menurun di Jepang," kata pernyataan bersama cabang olahraga tersebut.

Baca juga: Oktober 2020, Olimpiade Tokyo Buka Pusat Informasi untuk LGBT

Otoritas kesehatan Jepang hanya mengizinkan maksimal 5.000 penonton pada tiap laga.

Logo J-LeagueDOK. J-LEAGUE Logo J-League

Kedua pihak lalu mengusulkan agar kuota itu ditambah menjadi maksimal 20.000 penonton.

"Jumlah itu kira-kira 50 persen dari kapasitas stadion," kata Komisioner Bisbol Profesional Jepang Atsushi Saito.

Para pemain Al Hilal merayakan gelar juara Liga Champions Asia 2019 setelah mengalahkan Urawa Reds 2-0 pada laga final leg kedua di Stadion Saitama, Minggu 24 November 2019.AFP/ BEHROUZ MEHRI Para pemain Al Hilal merayakan gelar juara Liga Champions Asia 2019 setelah mengalahkan Urawa Reds 2-0 pada laga final leg kedua di Stadion Saitama, Minggu 24 November 2019.

"Kami menanti usulan diterima," kata Ketua Liga Jepang (J-League) Mitsuru Murai.

Kebijakan makismal 5.000 penonton dilaksanakan mulai 10 Juli 2020.



Sumber Kyodonews
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X