Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perjuangan Terberat Mike Tyson Bukan Saat Ia Menapak di Ring Tinju

Kompas.com - 29/08/2020, 21:50 WIB
Angga Setiawan,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

Sumber BolaSport

KOMPAS.com – Perjuangan Mike Tyson sebagai petinju legendaris bukan diawali dari ring tinju melainkan saat ia berada di ruang ganti.

Sejak debut profesional pada 1985, Mike Tyson dikenal publik sebagai salah satu petinju legendaris yang pernah ada di kelas berat.

Nama Mike Tyson pertama kali dikenal setelah mengukir prestasi dengan menyandang gelar juara termuda kelas berat di usia 20 tahun.

Gelar itu diraih tahum 1986, kurang lebih setahun setelah pria kelahiran Brooklyn tersebut melakukan debut tinju profesional.

Ketika itu, Tyson mengalahkan Trevor Berbick lewat kemenangan KO di ronde kedua.

Dengan tubuh yang masih prima di usia setengah abad lebih (54 tahun), Tyson masih menjadi petinju yang disegani.

Baca juga: Petinju Legendaris Oscar De La Hoya Siap Susul Mike Tyson Naik Ring

Meski demikian, Joe Egan selaku rekan lama Mike Tyson mengungkapkan sisi lain Tyson yang jarang diketahui publik.

Dalam sebuah kesempatan, Joe Egan menyebut bahwa perjuangan Mike Tyson yang sebenarnya justru dimulai saat dia berada di dalam ruang ganti.

Hal itu karena Mike Tyson sedang berupaya keras demi melawan dan mengenyahkan rasa takutnya sebelum naik ke atas ring tinju guna menghadapai lawannya

“Mike Tyson bukan mesin, ia juga mempunyai emosi yang sama dengan musuhnya," kata Joe Egan, dilansir BolaSport dari The Sun.

“Satu-satu hal yang membedakan adalah Tyson lebih memilih untuk tetap menghadapi ketakutan itu dan berjalan tegap saat naik ke atas ring,” ujarnya.

Bagi Egan, naik ke ring tinju untuk menghadapi lawan merupakan contoh dari seorang pejuang.

Baca juga: Duel Comeback Mike Tyson Vs Roy Jones Jr Diundur, sampai Kapan?

Menurutnya, seorang petinjju patut disebut sebagai seorang pejuang karena mereka hanya dihadapkan dua pilihan, bertarung atau mundur.

"Naik ke atas ring membuat Anda menjadi seorang pejuang karena Anda telah berhasil mengatasi ketakutan," ucap Egan menambahkan.

"Ada dua cara untuk menggambarkan rasa takut, hadapi segalanya dan bangkit atau lupakan segalanya dan kabur," imbuhnya.

Egan lantas teringat dengan ucapan mantan pelatih Mike Tyson, Cus D'Amato, yang menyebut bahwa momen itu adalah pertarungan antara jiwa pahlawan dan pecundang.

"Tyson biasanya mengalami ketakutan yang mengerikan saat di ruang ganti dan seperti yang dikatakan Cus pada kami, ada garis sangat tipis antara pecundang dan pahlawan," tutur Egan mengakhiri. (Agung Kurniawan)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com