Eks Asisten Ungkap Taktik Sebenarnya dari Pep Guardiola di Barca hingga Man City

Kompas.com - 03/08/2020, 14:20 WIB
Pep Guardiola dan Domenec Torrent Font kala masih bekerja sama di Manchester City. CLIVE BRUNSKILL/GETTY IMAGES EUROPE/GETTY IMAGES VIA AFPPep Guardiola dan Domenec Torrent Font kala masih bekerja sama di Manchester City.

KOMPAS.comDomenec Torrent Font berani menjadi bukan siapa-siapa. Namun, berkat bantuan dirinya, Pep Guardiola bisa sesukses seperti saat ini.

Ia adalah asisten Pep Guardiola pada kurun waktu 2008-2018.

Artinya, Domenec sudah menjadi asisten Pep sejak di Barcelona, Bayern Muenchen, hingga melanglang buana ke Manchester City.

Ia sempat menjadi analis di Barca, lalu menjadi tangan kiri Pep di Bayern hingga Man City.

Baca juga: Pep Guardiola: Liverpool adalah Lawan Terberat yang Pernah Saya Hadapi

Pada 2018, Domenec memutuskan untuk 'berdiri di kaki sendiri' dengan menjadi pelatih utama New York City FC, dan kini, ia menjadi manajer Flamengo per Juli 2020.

Maka, dalam wawancaranya bersama El Pais yang di-publish pada Senin (3/8/2020), ia menjelaskan bagaimana sebenarnya taktik Pep Guardiola bekerja.

Selama ini, Pep identik dengan formasi 4-3-3. Domenec mengatakan, taktik Pep tergantung pada lawan, terutama bagaimana ia memberikan peran kepada gelandang.

"Dengan Pep, kami berlatih dengan tekanan berbeda setiap pekan," ucap Domenec.

"Tergantung lawan, jika mereka bermain dengan formasi 4-2-3-1, gelandang Anda tidak bisa 'melompat' atau menekan lawan," terangnya.

"Jika lawan bermain dengan formasi 4-4-2, dengan dua pemain tengah, gelandang Anda bisa ikut menekan lawan."

"Saat lawan bermain dengan seorang diamond atau playmaker, seperti Lionel Messi atau Eden Hazard, jika Anda membuat gelandang menekan lawan, Anda memiliki masalah," kata Domenec.

Kemudian, jika lawan bermain dengan formasi 4-3-3, Domenec mengatakan, Pep Guardiola akan memanfaatkan peran maksimal gelandang.

"Jika mereka bermain 4-3-3, dengan dua ujung dan satu di tengah, gelandang Anda bisa ikut menekan lawan karena mereka memiliki empat pemain belakang melawan tiga (pemain tengah)," kata Domenec.

Domenec juga menjelaskan, formasi 4-3-3 yang sering dipakai Pep sebenarnya tidak kaku. Ia begitu fleksibel.

Baca juga: Ada Peran Pep Guardiola di Balik Keberhasilan Arteta Bawa Arsenal Juara Piala FA

"Ketika dikatakan bahwa Man City bermain 4-3-3 itu tidak benar," ucapnya.

"Sebanyak 80 persen dari permainan, jika pemain sayap masuk ke delam, pada akhirnya formasi berganti 3-2-2-3, dan bertahan dengan lima pemain," tutur Domenec.

Bersama Domenec, Pep Guardiola sukses meraih 23 trofi dalam karier kepelatihannya, dua di antaranya gelar Liga Champions.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X