Kompas.com - 31/07/2020, 08:20 WIB

KOMPAS.com - Jaksa pidana khusus Swiss telah membuka penyelidikan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Infantino diselidiki atas dugaan tindak kriminal yang dilatari pertemuannya dengan Jaksa Agung Swiss, Michael Lauber.

Jaksa pidana khusus Swiss, Stefan Keller, menemukan indikasi tindakan kriminal terkait pertemuan Infantino dan Lauber, sebagaimana yang dilaporkan badan AB-BA.

Baca juga: Nasib Kompatriot Haaland di Real Madrid Akan Ditentukan Usai Liga Champions

"Ada dugaaan penyalahgunaan kantor, pelanggaran kerahasiaan kantor, bantuan terhadap tersangka serta hasutan," tulis pernyataan AB-BA, dikutip dari Antara dari Reuters, Kamis (30/7/2020).

Baik Infantino dan Lauber membantah melakukan tindak kriminal.

Dalam pernyataan resminya, Infantino bersikeras bahwa pertemuannya dengan Lauber "sepenuhnya absah dan legal".

"Membantu otoritas mana pun menyelidiki berbagai kesalahan di FIFA adalah salah satu tujuan saya sejak hari pertama dan akan tetap demikian," ucap Infantino.

Presiden FIFA, Gianni Infantino (kiri) dan Presiden RI, Joko Widodo (kanan) saat bertemu di The Boardroom Hotel Grand Hyatt Erawan, Bangkok, Sabtu (2/11/2019).KOMPAS.com/ Hafidz Imaduddin Presiden FIFA, Gianni Infantino (kiri) dan Presiden RI, Joko Widodo (kanan) saat bertemu di The Boardroom Hotel Grand Hyatt Erawan, Bangkok, Sabtu (2/11/2019).

Baca juga: Bos FIFA: Masa Depan Sepak Bola Wanita Cerah

"Para pejabat FIFA bertemu dengan penegak hukum dari berbagai belahan dunia untuk tujuan itu," ujarnya.

Infantino terpilih menjadi Presiden FIFA pada 2016, menggantikan Sepp Blatter yang dicopot karena terlibat kasus kriminal pada 2015.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.