Prestasi WTP yang Diraih Kemenpora Harus Dipertahankan demi Prestasi Atlet

Kompas.com - 27/07/2020, 15:50 WIB
Menpora RI Zainudin Amali (kedua dari kanan) menerima Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kemenpora RI Tahun 2019, di Auditorium Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7/2020) pagi. Dok. KemenporaMenpora RI Zainudin Amali (kedua dari kanan) menerima Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kemenpora RI Tahun 2019, di Auditorium Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7/2020) pagi.

KOMPAS.com - Status opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia ( Kemenpora) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dianggap sebagai suatu prestasi yang harus dipertahankan.

Harapan untuk mempertahankan WTP turut datang dari Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari.

"Saya dapat kabar itu dari Menpora langsung. Saya sudah ucapkan selamat, karena ini kan setelah beberapa tahun Kemenpora agak sulit untuk dapat WTP. Itu adalah prestasi yang tidak bisa diabaikan," kata Okto dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Minggu (26/7/2020).

Menurut Okto, WTP merupakan prestasi yang bersifat tidak permanen.

Baca juga: Kemenpora Perketat Mekanisme Administrasi untuk Cabang Olahraga

Oleh karena itulah, Okto berharap seluruh elemen di Kemenpora bisa menjaga prestasi tersebut demi kemajuan olahraga nasional.

"WTP ini tentu bisa berubah. Mudah-mudahan dengan mendapat WTP ini bisa mendorong Kemenpora untuk semakin profesional, sehingga pasti berdampak terhadap prestasi dari atlet itu sendiri," tutur Okto.

Akademisi olahraga dari Universitas Negeri Semarang, Tandiyo Rahayu, juga menyambut baik status opini WTP yang diraih Kemenpora.

Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang itu berharap Kemenpora juga menyoroti tata laksana program kerja agar bisa lebih baik.

"Setelah tata kelola keuangan yang baik dan akuntabel, dapat diikuti dengan tata rencana dan tata laksana program kerja yang baik, benar, terarah, dan fokus pada pembangunan keolahragaan nasional," ujar Tandiyo Rahayu.

Baca juga: Kemenpora Bantu Bayar Gaji Shin Tae-yong, Begini Jawaban PSSI

Kemenpora terakhir kali mendapatkan status opini WTP pada 2009. Selanjutnya berturut-turut Kemenpora hanya menerima opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Bahkan, Kemenpora sempat mengalami keterpurukan pada 2005 dan 2016 dengan menyandang opini Tidak Menyatakan Pendapat (TMP) atau Disclaimer.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X