Manchester City Lolos dari Hukuman, Eks Pemain Liverpool Sebut UEFA Telah Mati

Kompas.com - 14/07/2020, 19:40 WIB
Seorang fans Manchester City membentangkan bendera juara Premier League dan Piala Liga Inggris saat Man City memastikan gelar juara Liga Inggris 2013-2014 di Stadion Etihad, Manchester, pada 11 Mei 2014. KOMPAS.com/Firzie A. IdrisSeorang fans Manchester City membentangkan bendera juara Premier League dan Piala Liga Inggris saat Man City memastikan gelar juara Liga Inggris 2013-2014 di Stadion Etihad, Manchester, pada 11 Mei 2014.

KOMPAS.com - Manchester City dipastikan bisa bermain di kompetisi Eropa musim depan setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga ( CAS) mengabulkan banding yang diajukan oleh klub berjulukan The Citizens tersebut.

Sebelumnya, Manchester City mengajukan banding atas tuduhan Badan Kontrol Keuangan Klub UEFA (CFCB) pada 14 Februari 2020.

Dalam tuduhannya, CFCB menyatakan bahwa The Citizens telah melakukan pelanggaran serius terhadap regulasi Financial Fair Play (FFP) pada periode 2012-2016.

Akibatnya, Man City dijatuhi hukuman berupa larangan bertanding di kompetisi antarklub Eropa selama dua tahun dan harus membayar denda sebesar 30 juta euro atau setara Rp 491 miliar.

Baca juga: Hukuman Resmi Dicabut, Manchester City Bisa Bertanding di Liga Champions Musim Depan

Tak terima dengan hukuman tersebut, pihak The Citizens mengajukan banding yang kemudian dikabulkan oleh CAS pada Senin (13/7/2020).

Manchester City yang saat ini berada di peringkat kedua klasemen Liga Inggris diizinkan untuk mengikuti kompetisi Eropa, tetapi wajib membayar denda sebesar 10 juta euro atau setara Rp 163 miliar karena dinilai tidak kooperatif dengan UEFA.

Menanggapi hasil banding Manchester City, Stan Collymore memberikan kritkan keras terhadap keputusan CAS.

Mantan pemain Liverpool itu menyebut keputusan CAS yang mengabulkan banding Man City sebagai "hari matinya UEFA".

Baca juga: Alasan CAS Mengabulkan Banding Man City soal Larangan Main di Ajang Eropa

Kritikan Collymore itu ia tulis dalam kolomnya di surat kabar Daily Mirror, seperti dikutip dari laman Liverpool Echo pada Selasa (14/7/2020).

"Senin adalah hari matinya UEFA karena putusan CAS untuk membatalkan hukuman Manchester City sama artinya mereka tidak bisa menegakkan aturan sendiri," tulis Collymore.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X