Publik Tokyo Masih Ragukan Pelaksanaan Olimpiade

Kompas.com - 13/07/2020, 21:12 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

TOKYO, KOMPAS.com - Wabah corona di Jepang belumlah tuntas.

Bahkan, virus mematikan itu masih menambah jumlah korban terinfeksi.

Baca juga: Alasan Olimpiade Tokyo Tetap Harus Digelar

Sebelumnya, pakar kesehatan Jepang mengatakan bahwa potensi penambahan jumlah penderita corona bisa terjadi tatkala Olimpiade Tokyo dilaksanakan.

Atlet BMX Indonesia sedang melakukan latihan untuk persiapan kualifikasi Olimpiade Tokyo. Latihan ini dilakukan sebelum merebaknya virus corona.Dok. PB ISSI Atlet BMX Indonesia sedang melakukan latihan untuk persiapan kualifikasi Olimpiade Tokyo. Latihan ini dilakukan sebelum merebaknya virus corona.

"Tidak ada keraguan tentang itu, infekasi akan terjadi terus,"kata seorang dokter tim pengendalian infeksi Rumah Sakit Universitas Osaka, Daiichi Morii.

Warga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020).ANTARA FOTO/REUTERS/KYODO Warga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020).

Tercatat, hingga kini, dari survei pemerintah Jepang, hanya 0,1 persen penduduk Tokyo yang memiliki antibodi virus corona.

Gubernur perempuan pertama kota Tokyo, Yurike Koike.STR / JIJI PRESS / AFP Gubernur perempuan pertama kota Tokyo, Yurike Koike.

Padahal, warga di New York punya 14 persen.

Sementara, antibodi warga Stockholm Swedia ada tujuh persen.

Pemain bulutangkis Jepang,  Kento Momota berbicara selama konferensi pers di Tokyo pada 6 Maret 2020. - Momota mengatakan dia lagi memimpikan emas Olimpiade Tokyo pada 6 Maret tetapi tidak tahu kapan dia akan kembali beraksi setelah kecelakaan mobil yang menyebabkan dia takut kariernya sudah berakhir.AFP/STR Pemain bulutangkis Jepang, Kento Momota berbicara selama konferensi pers di Tokyo pada 6 Maret 2020. - Momota mengatakan dia lagi memimpikan emas Olimpiade Tokyo pada 6 Maret tetapi tidak tahu kapan dia akan kembali beraksi setelah kecelakaan mobil yang menyebabkan dia takut kariernya sudah berakhir.

Lantaran itulah, masih banyak warga Tokyo yang meragukan pelaksanaan Olimpiade 2020 bakal berlangsung.

Termutakhir, Asahi Shimbun merilis survei pada akhir Juni 2020.

Dari survei itu, 50 responden berharap Olimpiade dibatalkan atau ditunda lagi.

Ilustrasi penumpang pesawat, bepergian di tengah pandemi virus corona.Shutterstock Ilustrasi penumpang pesawat, bepergian di tengah pandemi virus corona.

Sebaliknya, Gubernur Tokyo Yuriko Koike punya pandangan tersendiri bahwa Olimpiade Tokyo tetap harus digelar.

"Olimpiade Tokyo menjadi simbol persatuan dunia mengatasi virus corona," ujarnya.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X