Soal Lawan Tyson Fury, Anthony Joshua Harus Rela Mengalah dari Dillian Whyte

Kompas.com - 06/07/2020, 23:00 WIB
Petinju asal Inggris, Anthony Joshua, melepas pukulan ke Andy Ruiz Jr pada laga tinju kelas berat di Diriyah, Arab Saudi, 7 Desember 2019. AFPPetinju asal Inggris, Anthony Joshua, melepas pukulan ke Andy Ruiz Jr pada laga tinju kelas berat di Diriyah, Arab Saudi, 7 Desember 2019.
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Petinju kelas berat asal Inggris, Anthony Joshua, dinilai harus rela mengalah dari Dillian Whyte dalam pertandingan tinju kelas berat yang akan dilakoni Tyson Fury.

Tyson Fury akan melangsungkan pertandingan ketiga melawan petinju asal Amerika Serikat, Deontay Wilder.

Fury mengaku tidak berminat untuk bertemu dengan Dillian Whyte setelahnya.

Fury menilai Whyte belum cukup pantas untuk menjadi penantang untuk merebut sabuk yang dimilikinya.

Padahal, petinju berjulukan The Body Snatcher tersebut merupakan pemegang gelar juara interim WBC, yang menjadi penantang wajib bagi Fury.

Baca juga: Duel Tyson Fury Vs Dillian Whyte Kemungkinan Besar Dihelat Tahun Ini

Fury malah membuat perjanjian dengan Anthony Joshua dalam dua pertandingan untuk ajang perebutan gelar undisputed champion pada awal 2021 nanti.

Mantan petinju Inggris, Carl Martin Froch, menyayangkan sikap Fury ang memilih melawan Joshua daripada Whyte.

Padahal, pertarungan dengan Whyte tidak akan kalah seru saat Fury menginginkan pentas yang lebih besar dengan bertemu Joshua.

"Dia jelas merupakan seorang bintang, dan orang lebih banyak mendengar tentang Anthony Joshua daripada Dillian Whyte," kata Froch, dilansir BolaSport.com dari Talksport.com.

"Namun, itu tidak menghilangkan fakta Dillian Whyte akan memberikan pertarungan yang sama sulitnya saat Fury menginginkan bertemu Joshua," katanya.

Dalam situasi seperti ini, Froch melihat Dillian Whyte lebih layak mendapatkan pertandingan ke depan dibandingkan Anthony Joshua.

"Mereka berdua merupakan ancaman bagi Fury dengan caranya masing-masing. Whyte telah menunggu terlalu lama, dia penantang wajib WBC," ujar Froch.

"Jika Fury sudah mengalahkan Wilder, dia harus mempertahankan kembali dari Dillian Whyte," katanya.

"Maka dari itu berlaku adil dengan melakukan hal yang benar karena dia (Whyte) sudah menunggu lama. Siapa yang pantas lebih dulu mendapatkan pertandingan? Whyte pastinya," tutur Froch. (Muhamad Husein)


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X