Besar Kemungkinan, Pelaksanaan Olimpiade Bakal Sederhana

Kompas.com - 06/07/2020, 14:17 WIB
Logo Olimpiade Tokyo 2020 ShutterstockLogo Olimpiade Tokyo 2020

TOKYO, KOMPAS.com - Terpilih kembalinya Yuriko Koike sebagai Gubernur Tokyo dalam pandangan Presiden Olimpiade Tokyo 2020 Yoshiro Mori sebagai sinyal baik bagi pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020.

Obor Olimpiade diarak pada acara penyerahan api Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Maret 2020. Seremoni diadakan tanpa penonton sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus corona.AFP/ARIS MESSINIS Obor Olimpiade diarak pada acara penyerahan api Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Maret 2020. Seremoni diadakan tanpa penonton sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus corona.

Pandemi corona membuat perhelatan yang sedianya berlangsung pada 2020 ini mundur ke tahun depan, 2021.

"Yuriko Koike adalah pesan positif bagi Olimpiade Tokyo," kata Yushiro Mori.

Baca juga: Belum Pulih dari Cedera, Shi Yuqi Senang Olimpiade Tokyo Ditunda

Bagi Mori kemudian, pihaknya akan meneruskan diskusi dengan para pemangku kepentingan agar terjadi optimalisasi pelaksanaan pesta paling akbar olahraga multicabang itu.

Baca juga: Pulih dari Cedera Penglihatan, Kento Momota Siap Hadapi Olimpiade Tokyo

Tentu saja, imbuh Mori, pelaksanaan itu akan dibarengi dengan upaya menanggulangi merebaknya virus Covid-19 yang juga melanda Jepang.

Pemain bulutangkis Jepang,  Kento Momota berbicara selama konferensi pers di Tokyo pada 6 Maret 2020. - Momota mengatakan dia lagi memimpikan emas Olimpiade Tokyo pada 6 Maret tetapi tidak tahu kapan dia akan kembali beraksi setelah kecelakaan mobil yang menyebabkan dia takut kariernya sudah berakhir.AFP/STR Pemain bulutangkis Jepang, Kento Momota berbicara selama konferensi pers di Tokyo pada 6 Maret 2020. - Momota mengatakan dia lagi memimpikan emas Olimpiade Tokyo pada 6 Maret tetapi tidak tahu kapan dia akan kembali beraksi setelah kecelakaan mobil yang menyebabkan dia takut kariernya sudah berakhir.

Meski dilaksanakan pada 2021, para pemangku kepentingan di Jepang tetap menyematkan nama penyelenggaraan itu sebagai Olimpiade 2020.

Gubernur Yuriko Koike dalam pemaparan kerjanya di hadapan panitia pemilihan gubernur adalah satu-satunya kandidat yang memantapkan pelaksanaan Olimpiade tetap berjalan namun dengan mengedepankan pemberantasan virus Covid-19 terlebih dahulu.

Ilustrasi virus coronaShutterstock Ilustrasi virus corona

"Apa yang bisa kita lakukan sebagai tuan rumah untuk menjadikan Olimpiade sebagai kegiatan yang aman dan menyelamatkan semua orang?" ucap Koike.

Koike, perempuan berusia 67 tahun itu juga mengatakan akan ada penyesuaian anggaran pada pelaksanaan Olimpiade.

Ilustrasi: virus corona juga merebak di Eropa. Warga-warga mengenakan masker.Shutterstock Ilustrasi: virus corona juga merebak di Eropa. Warga-warga mengenakan masker.

"Kita akan membuat Olimpiade 2020 menjadi lebih sederhana pelaksanaannya," ujar Koike.

"Saya harapkan kita akan meneruskan pekerjaan dengan tetap menggunakan prinsip-prinsip penanggulangan virus corona sehingga Olimpiade menjadi nyata," kata Yuriko Koike.


Sumber Xinhuanet
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X