Liga Ditangguhkan sejak Maret, Kerugian Ditaksir hingga Rp 3 Triliun

Kompas.com - 27/06/2020, 01:30 WIB
Pemain Arema FC Johan Ahmad Alfarizi dijaga ketat kapten Persib Bandung, Supardi saat Liga 1 2020 pekan ketiga yang berakhir dengan skor 1-2 di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Minggu (08/03/2020) sore. KOMPAS.com/Suci RahayuPemain Arema FC Johan Ahmad Alfarizi dijaga ketat kapten Persib Bandung, Supardi saat Liga 1 2020 pekan ketiga yang berakhir dengan skor 1-2 di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Minggu (08/03/2020) sore.

KOMPAS.comLiga 1 dan Liga 2 2020 ditangguhkan sejak pertengahan Maret silam. Tentu hal ini berdampak ke ekonomi.

Kerugian akibat mandeknya Liga Indonesia ditaksir antara Rp 2,7 triliun hingga Rp 3 triliun dalam satu tahun.

Dampaknya begitu terasa karena sepak bola di Indonesia sudah menjadi industri dan menghidupi hingga 24.000 orang.

Baca juga: Liga 1 2020 Dilanjutkan, Persib Siap Main di Mana Saja

Pernyataan itu disampaikan Kepala Kajian Usaha dan Rantai Nilai Global LPEM Universitas Indonesia Mohamad Dian Revindo saat bertemu Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di kantor PSSI, Jumat (26/6/2020).

"Patut dicatat, dampak ekonomi karena kompetisi itu tak hanya berhenti di ekonomi," kata Revindo, dilansir dari laman resmi Liga Indonesia.

"Namun, menghasilkan dampak sosial yang baik bagi anak muda, seperti kesehatan, dan tercurahnya aktivitas untuk hal-hal positif," ujar dia.

Gelandang Persib Bandung, Omid Nazari.KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHA Gelandang Persib Bandung, Omid Nazari.

PSSI memastikan bahwa kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 dilanjutkan kembali pada September atau Oktober mendatang.

Keputusan itu berdasarkan hasil rapat virtual Komite Eksekutif (Exco) PSSI pada 17 Juni 2020.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) mendukung keputusan PSSI tersebut.

Baca juga: Bayu Gatra dan Pentingnya Jadi Pemain Sepak Bola Serba Bisa


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X