Jepang Tarik Diri dari Penawaran Tuan Rumah Piala Dunia Wanita 2023

Kompas.com - 22/06/2020, 15:30 WIB
Striker timnas putri Amerika Serikat, Alex Morgan, berselebrasi seusai mencetak gol ke gawang Inggris di semifinal Piala Dunia Wanita 2019. AFP/JEAN-PHILIPPE KSIAZEK Striker timnas putri Amerika Serikat, Alex Morgan, berselebrasi seusai mencetak gol ke gawang Inggris di semifinal Piala Dunia Wanita 2019.

TOKYO, KOMPAS.com - Jepang berencana menarik diri dari penawaran sebagai tuan rumah Piala Dunia Sepak Bola Wanita 2023.

Saat ini, hanya tinggal duet Australia-Selandia Baru dan Kolombia yang bersaing.

Baca juga: Piala Dunia Wanita 2023, FIFA Beri Peringkat Teratas Duet Australia dan Selandia Baru

Piala Dunia Wanita 2023 akan dilangsungkan sekitar Juli-Agustus pada 2023.

Timnas Putri Swedia menjadi juara ketiga Piala Dunia Wanita 2019TWITTER.com/BBCSPORT Timnas Putri Swedia menjadi juara ketiga Piala Dunia Wanita 2019

"JFA akan melakukan pertemuan dan membuat keputusan mengenai hal ini," kata pernyataan JFA.

Menurut rencana, FIFA akan mengumumkan pemenang penawaran sebagai tuan rumah pada Kamis (25/6/2020).

Inggris vs AS semifinal Piala Dunia Wanita 2019FIFA Twitter Inggris vs AS semifinal Piala Dunia Wanita 2019

Sejauh ini, dalam rentang angka 1-5 penilaian, duet Australia-Selandia Baru mendapat angka 4,1.

Kemudian, Jepang memperoleh 3,9.

Pemain Timnas Putri Amerika Serikat, Megan Rapinoe, merayakan golnya pada pertandingan versus Perancis pada perempat final Piala Dunia Wanita 2019 di Stadion Parc des Princes, 28 Juni 2019. AFP/FRANCK FIFE Pemain Timnas Putri Amerika Serikat, Megan Rapinoe, merayakan golnya pada pertandingan versus Perancis pada perempat final Piala Dunia Wanita 2019 di Stadion Parc des Princes, 28 Juni 2019.

Pada posisi buncit, ada penilian bagi Kolombia yakni 2,8.

Jepang mendapat poin lebih karena memiliki infrastruktur baik bagi arena penyelenggaraan.

Namun demikian, Jepang pada Juli-Agustus biasanya mengalami hawa paling panas di musim panas.

Para pemain timnas putri Jerman tampak kecewa seusai kekalahan dari Swedia pada perempat final Piala Dunia Wanita 2019 di Rennes, 29 Juni 2019. AFP/LOIC VENANCE Para pemain timnas putri Jerman tampak kecewa seusai kekalahan dari Swedia pada perempat final Piala Dunia Wanita 2019 di Rennes, 29 Juni 2019.

JFA juga mengatakan, pada 2020-2023, Jepang akan mengalami masa krusial pengembangan sepak bola wanita.

Pasalnya, Jepang menjadi tuan rumah perhelatan olahraga internasional dalam waktu bersamaan, khususnya Olimpiade Tokyo.

Sementara, pada 2022, ada perhelatan Piala Dunia Sepak Bola Pria di Qatar.


Sumber Kyodo News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X